RSS
Syndicate content

Budidaya Cabai dalam Pot

Sumber Gambar: doc. Hj. Nurlaela AR, SP

PENDAHULUAN
 Cabai merupakan tanaman yang  dibutuhkan hampir diseluruh lapisan masyarakat sebagai penyedap masakan. Tanaman cabai termasuk jenis sayuran yang mudah dibudidayakan baik di sawah, di tegalan, pekarangan maupun dalam pot. Untuk masyarakat di perkotaan yang pada umumnya memiliki lahan sempit bahkan tidak memiliki lahan penanaman dalam pot merupakan alternatif yang paling tepat. Apabila perawatan baik tanaman cabai dapat berbuah lebat dan masa panen yang panjang sehingga selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari juga dapat dijual sebagai  tambahan pendapatan.

BUDIDAYA CABAI  DALAM POT.
Cabai beragam jenisnya  ada cabai besar (Capsicum annuum) dan cabai kecil (C.frustescens). Cabai besar hidup hanya semusim saja, cabai kecil bisa mencapai umur  3 tahun dengan produksi terus-menerus apabila dipelihara yang baik.
1.    Wadah (tempat penanaman)
Wadah (tempat penanaman) yang  digunakan a.l. pot plastik atau pot tanah, polibag  karung bekas goni, botol bekas air mineral.

2. Menyiapkan  benih
*Benih cabai untuk penanaman di pot  dapat diproduksi  sendiri  cabai yang tersedia di dapur atau dibeli, pilih buah yang matang benar, segar, bentuk sempurna, tidak busuk tidak cacat. Belah buah cabai ambil biji cuci bersih lalu dijemur hingga kering, siap untuk disemai.
Media persemaian berupa tanah gembur, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1: 2
*.Sebelum disemai benih direndam dalam air suam-suam kuku selama 4 jam  atau larutan pupuk organik  agar berkecambah degan baik perlakuan untuk benih yang lama.
*.Siram media persemaian terlebih dahulu baru benih disebar merata lalu masukkan 1 benih perlu bangtrey. Letakkan pesemaian di tempat yang aman dari gangguan ternak dan usahakan kena sinar matahari pagi 1-2 jam.
*.Setelah bibit berumur 4-5 minggu atau sudah berdaun 5, bibit sudah siap untuk dipindah tanamkan

Menyiapkan Media Tanam
*.Media tanam terdiri dari campuran pupuk kandang dan sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
*Sebelum diisi tanah, pot diisi selapis pecahan bata merah/genteng sebagai pengendali  drainase
*.Masukkan media tanam ke dalam pot atau wadah lainnya sampai sekitar 5 cm dari bibir pot atau wadah lainnya.

3.    Penanaman.
Sebelum  tanam media tanam disiram terlebih dahulu.
-Bibit yang ditanam yaitu bibit yang berdaun 5 , sehat dan tegak. Ditanam di tengah pot atau wadah lainnya. *Setelah bibit ditanam tambahkan pupuk kandang dalam pot sampai mencapai 1 cm dari bibir pot, kemudian diratakan, dipadatkan kemudian disiram.
-Tanam sebaiknya dilaksanakan pada sore hari. Tanaman diusahakan mendapat sinar matahari penuh .

4.    Pemeliharaan Tanaman
a .Penyiraman
Penyiraman tanaman dilakukan secara rutin 1-2 kali sehari sesuai kondisi media.
b. Pemupukan
Pupuk yang digunakan yaitu pupuk NPK dan pupuk organik EM¬4.

-Cara penggunaan: 10 cc EM4 dilarutkan dengan 10 liter air kemudian disiram sebanyak 250 cc pertanaman dilakukan 1 kali seminggu.
-Pupuk NPK 1 genggam dilaruutkan dalam 10 Liter air disiram sebanyak 250 cc per tanaman dilakukan setiap 2 minggu sekali sampai menjelang  panen.
 c.Pemasangan ajir
*Pemasangan ajir dilakukan sebulan setelah penanaman untuk menopang pertumbuhan tanaman cabe agar dapat berdiri kokoh.
d. Penyiangan
*Penyiangan harus dilakukan secara rutin untuk mencegah persaingan tanaman dengan gulma. Penyiangan dilakukan dengan menggunakan tangan atau dikorek dengan garpu sambil menggemburkan tanah..
e.Perempelan/pemangkasan.
*Perempelan dilakukan terhadap tunas samping yang muncul pada tanaman yang belum memasuki fase pembungaan.
*Perempelan dilakukan 2-3 kali. Bagian yang perlu dirempel adalah daun-daun di bawah cabang utama, daun-daun tua menguning dan terserang hama atau penyakit yang parah.
f.Pengendalian hama/penyakit
* Hama yang sering menyerang tanaman cabai a.l. Thrips, aphid hijau dan lalat buah, ketiga jenis serangga ini biasanya pembawa virus keriting.

Pengendalian dan pencecahannya dengan menggunakan Insektisida Curaron, desis sedangkan penyakit yang sering  *.Penyakit yang menyerang umumnya adalah penyakit cendawan seperti layu (Fusarium sp), antraknose, busuk daun, dan bercak daun. Sedangkan penyakit cendawan diatasi dengan fungisida, antracol atau dithane..

5.    Panen
    cabai sudah dapat dipanen pada umur 60 - 75 hari setelah tanam. Jika tanaman dirawat dengan baik, potensi hasil bisa mencapai 1-1,5 kg per pohon. Buah yang rusak atau sakit harus dipanen dan buang agar tidak menjadi sumber penyakit.

Buah cabai yang telah dipanen sebaiknya ditaruh ditempat terbuka atau diangin-anginkan supaya tidak cepat busuk. (Hj. Nurlaela SP/Penyuluh Kota Mataram)