RSS
Syndicate content

Buah Naga

Sejarah
Buah naga adalah jenis tanaman kaktus dari marga hylocereus dan selenicereus, yang berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan.
Tanaman ini , pertama kali masuk ke Asia pada tahun 1870, dibawa orang Prancis dari Guyana ke negara Vietnam sebagai tanaman hias. Oleh orang Vietnam yang sangat kental dengan budaya Cina, buah naga (thang loy) dianggap membawa berkah. Karenanya oleh mereka, buah ini sering diletakkan di antara patung naga yang bewarna hijau di meja altar. Di Indonesia buah naga telah dibudidayakan di sejumlah daerah, diantaranya Malang, Jember, Mojokerto dan wilayah lainnya, termasuk Kabupaten Bintan.

Jenisnya
*hylocereus undatus, dicirikan kulit buah berwarna merah dan dagingnya bewarna putih
*hylocereus polyhizus, kulit buah warna merah muda dan dagingnya merah
*selenicereus megalantus, kulit buah kuning daingnya putih
*hylocereus costaricensia, kulit merah dan dagingnya super merah
Morfologi
*Akar, terdiri dari akar serabut yang tumbuh di dalam tanah, dan akar gantung yang keluar dari batang bagian atas
*Batang, berbentuk segi tiga yang di setiap sudut batang muncul duri-duri pendek, karenanya tanaman ini kerap disebut kaktus tak berduri.
*Bunga, bentuknya mirip bunga wijayakusuma dan ada jumbai-jumbainya yang dianalogikan sebagai sisik seekor naga. Umunya bunga mekar menjelang senja atau malam hari
*Buah, berbentuk bulat sedikit lonjong
Khasiat
*Menurunkan kadar kolesterol
*Penyeimbang gula darah
*Menstabilkan tekanan darah
*Mencegah kangker usus
Khandungan Gizi
*Vitamin C
*Beta Karoten
*Kalsium dan Karbohidrat
*Berserat tinggi sebagai pengikat karsinogen penyebab kanker dan memperlancar pencernaan
SyaratTumbuh
*Daerah tropis
*Suhu ideal 26-36 ⁰ C
*Intesitas cahaya 70-80 %
*Curah hujan 60 mm/thn atau 270 mm/thn
*Di lahan tanpa naungan
*Dataran rendah 0-350 dpl
*Kelembabab 70-90 %
*pH 6,5-7
*Tanah porous, cukup bahan organik dan tidak tergenang

Budidaya
Persiapan Bibit
*Bibit harus berkualitas, berasal dari tanaman yang sudah berproduksi serta bebas hama dan penyakit.
*Bibit diperbanyak dari stek berukuran 30 cm.
*Penanaman bibit bisa melalui polybag, atau langsung ditanam dilubang tanam
Persiapan Lahan
*Bersihkan gulma untuk menghindari hama dan penyakit
*Tanah digemburkan agar mendapatkan aerasi dan drainase yang baik. Apabila tanah terlalu keras dan becek (liat), akar tidak bisa tumbuh maksimal karena sifat akar tanaman yang merayap.
*Tanah yang telah digolah, diberikan pupuk kandang yang sudah matang sebanyak 15 kg. Bisa juga ditambah pasir 5 kg dan bubuk bata merah 10 kg bila tanah terlalu porous. Lalu aduk hingga merata pada lobang tanam.
*Lobang tananam berukuran 60 x 60 dan kedalaman 40 cm. Dan jarak tanam 2,5 x 3 cm.
*Pada lobang tanam, dirikan tiang rambat dari beton berbentuk segi 4 ukuran sisi 10 x10 cm.
*Panjang tiang rambat dari atas permukaan tanah 150-160 cm.
*Agar tiang berdiri kokoh, di bagian bawah lebihkan besi cor ± 20 cm sebanyak 2-3 batang yang ditancapkan ke dalam tanah. Sedangkan di bagian atas tiang rambat lebihkan besi cor ± 50-60 cm sebanyak 5- 6 batang, yang berguna untuk pemasangan ban sebagai penopang batang dan cabang buah naga.
*Media tanam kemudian disiram, lalu dibiarkan kering selama 1 minggu, agar tanah terbebas dari racun dan penguapan lainnya.
Penanaman
*Pilih bibit stek berumur 3 bln yang pertumbuhannya baik berukuran 40-50 cm.
*Satu tiang rambat ditanam sebanyak 4 stek dengan kedalaman 15 cm dan ditanam pada 4 sisi tiang rambat.
Pemeliharaan
Penyulaman
*Dilakukan 1 minggu setelah tanam, dengan cara mengganti tanaman yang mati, atau busuk pada pangkal batang, atau kerusakan fisik lainnya.
Pemupukan
*Pemupukan I dilakukan pada umur 15-20 hari menggunakan pupuk NPK (15%:15%:15%), dengan dosis 20 gram/tiang.
*Pemupukan susulan NPK (12%:12%:12%) diberikan setiap bulan dengan dosis 30 gr/tiang. Dan pupuk kandang setiap 2 bulan seberat 1-2 kg/tiang rambat.
*Ketika umur tanaman menjelang 1 tahun/memasuki fase generatif, diberikan pupuk P dan K dengan kadar tinggi, seperti TSP dan KCL.

Penunasan
*Bila ada 2 atau 3 tunas yang tumbuh dari 1 stek, pilih 1 tunas produktif untuk di pelihara, lainnya dipotong. Sehingga setiap satu sisi permukaan tiang rambat cukup satu tunas.
*Jika tunas sudah sepanjang 21 cm, atur letaknya dengan cara mengikat menggunakan kawat alumunium, atau tali rafia. Pengikatan agar batang tidak melengkung dan mudah mengatur pertumbuhannya.
*Bila batang primer sudah mencapai unjung tiang rambat, lalu dipangkas, dan ditumbuhkan 2 cabang sekunder. Dari masing-masing cabang sekunder dipangkas lagi dan ditumbuhkan 2 cabang tersier sebagai cabang prosuksi.
Hama dan Penyakit
*Busuk pangkal batang ditandai warna kecoklatan dan terdapat buluh putih. Penyebab jamur sclerotium rolfsii sacc. Pengendalian gunakan fungisida rendomil dengan dosis 2 gr/liter, lalu disemprotkan ke batang. Timbulnya pembusukan batang juga dipicu oleh kelembaban yang berlebihan.
Panen
*Panen biasanya bila tanaman sudah berumur 1,2 - 2 tahun. Ditandai dengan buah merah mengkilap. Sisik/jumbai buah berubah warna dari hijau menjadi kemerahan. Buah sudah berumur 50 hari.
*Panen hendaknya dilakukan pada cuaca terang, agar kualitas rasanya terjaga.(Eni Yuli Astuti, S.P)