RSS
Syndicate content

Alat Penetas Telur Sederhana

Sumber Gambar: http://images03.olx.co.id/171830802_3
PENDAHULUAN
Ayam buras atau lebih dikenal dengan ayam kampung merupakan satu ternak yang boleh dikatakan tidak ketinggalan jaman. Selain dagingnya yang enak untuk dikosumsi, telurnya juga dipercaya dapat meningkatkan stamina. Oleh sebab itu tidak heran bila permintaan pasar untuk ayam kampung saat ini cukup tinggi, apalagi menjelang imlek, natal dan idul fitri harga daging ayam kampung melanjak tinggi. Tetapi sayangnya permintaan pasar ini tidak disertai dengan produksi ayam kampung yang tinggi pula. Untuk mengatasi hal tersebut maka dapat digunakan salah satu alat bantu berupa alat penetas telur secara sederhana. Dengan menggunakan bahan-bahan sisa rumah tangga seperti kardus bekas sebagai bahan baku alat penetas telur sederhana ini bisa dengan mudah dibuat.
Alat penetas telur sederhana merupakan suatu alat yang bertujuan untuk mengoptimalkan penetasan telur dengan teknik yang lebih praktis dan mudah.
Beberapa hal penting yang harus diperhatikan selama penetasan telur berlangsung, yaitu :
 Pengontrolan suhu (37°C sampai 39°C).
 Pembalikan telur (Pembalikan dilakukan setelah 24 jam setelah penyimpanan, telur dibalik 1 kali sehari).
Bahan :
1. Box Gabus
2. Kardus Bekas
3. Bola Lampu 5 watt, 2 buah
4. Kabel listrik
5. Nampan air
6. Kayu Penyanggah/penyekat
Cara Kerja :
1. Siapkan alat dan bahan
2. Siapkan gabus box ikan
3. Siapkan kardus bekas, ukuran lebih kecil dari gabus box ikan, kemudian dibuat lobang yang berguna sebagai dudukan 2 buah bola lampu.
4. Rangkai kabel listrik dengan memasang 2 bola lampu yang masing-masing saling berhadapan.
5. Kemudian masukan kardus yang sudah dirangkai tadi dalam gabus box ikan
6. Lalu pasang thermometer didalam kardus, untuk melihat suhu pada thermometer tersebut pada gabus dipasang kaca.
7. Bila suhu terlalu tinggi maka dimasukan nampan berisi air dalam kardus agar suhu kembali stabil sesuai suhu yang dikehendaki. Suhu ideal antara (37°C sampai 39°C).
8. Pembalikan telur dilakukan 2 jam setelah penyimpanan, setelah itu dibalik kembali. Proses pembalikan telur cukup dilakukan 1 kali/hari.
9. Lamanya masa penetasan berlangsung selama 21 hari.
Lama penetasan telur ayam kampung, hampir sama dengan penetasan telur secara alami, tetapi apabila menggunakan alat penetas sederhana ini maka keberhasilan telur berhasil menetas dapat mencapai 70 sampai 80%, sedangkan secara alami keberhasilan telur berhasil menetas hanya 50%. Dalam satu box gabus dapat memuat 40 butir telur sebanyak 7 - 11 telur ayam.
Alat Penetas telur sederhana ini mempunyai nilai sangat ekonomis tetapi mempunyai manfaat yang sangat tinggi dalam budidaya ayam.