RSS
Syndicate content

AGRIBISNIS NANAS BOGOR

Sumber Gambar: Foto : Dokumentasi Pribadi
Nanas berasal dari Brasilia (Amerika Selatan) yang telah di domestikasi sebelum masa Colombus. Di Indonesia pada mulanya hanya sebagai tanaman pekarangan, dan meluas dikebunkan di lahan kering (tegalan) di seluruh wilayah nusantara. Yang terkenal dengan Nanas Bogor di budidayakan secara komersil oleh Kelompok tani Sejahtra Desa Cipelang Kecamatan Cijeruk.
Pemasarannya ke Penjual Asinan Gedung dalam, sehari permintaan 1000 butir Nenas, Pasar Bogor 1000 butir, Pasar TU juga 1000 butir  belum pasar - pasar swalayan. Sehingga Petani sering tidak bisa memenuhi permintaan.
Dengan demikian ada peluang besar untuk pengembangan Bisnis Nanas ini.
Karena buah nanas bermanfaat bagi kesehatan tubuh, sebagai obat penyembuh penyakit sembelit, gangguan saluran kencing, mual-mual, flu, wasir dan kurang darah. Penyakit kulit (gatal-gatal, eksim dan kudis) dapat diobati dengan diolesi sari buah nanas.
Persyaratan bibit nanas yang baik harus mempunyai daun-daun yang nampak tebal-tebal penuh berisi. Kepadatan tanaman yang ideal berkisar antara 44.000-77.000 bibit tanaman per Ha.

Teknik Penyemaian
Langkah pertama pada permukaan belahan batang diolesi zat perangsang tubuh akar ( roton, vitagrow) atau bisa juga pakai ektrax bawang merah untuk mempercepat pertumbuhan akar.
Disemaikan sedalam 1,5 - 2,5 cm dan jarak tanam 5-10 cm. Mediatanam berupa tanah halus, pasir dan pupuk kandang halus (1:1:1) atau pasir dengan pupuk kandang halus (1:1).

Pemeliharan Pembibitan
Pemeliharaan pembibitan/persemaian penyiraman dilakukan secara berkala dijaga agar kondisi media tanam selalu lembab dan tidak kering supaya bibit tidak mati.
5) Pemindahan bibit dapat dilakukan jika ukuran tinggi bibit mencapai 25-30 cm atau berumur 3-5 bulan.

Pengolahan Media Tanam
Mengolah tanah dengan dicangkul/dibajak sedalam 30-40 cm hingga gembur, Biarkan tanah menjadi kering minimal selama 15 hari  agar tanah benar-benar matang dan siap ditanami. Bentuk bedengan selebar 80-120 cm, jarak antar bedengan 90- 150 cm. Tinggi bedengan antara 30-40 cm.
Teknik Penanaman
a.    Pembuatan lubang tanam ukuran lubang tanam: 30 x 30 x 30 cm.
b.    Cara Penanaman bibit nanas jangan terlalu dalam, 3-5 cm bagian  pangkal  batang tertimbun tanah agar bibit tidak mudah busuk.
Pemeliharaan Tanaman
Penyulaman ;Penyianga. Pembubunan ,Pengairan /penyiraman dilakukan 1-2 kali   dalam seminggu atau tergantung keadaan cuaca.

Pemupukan
Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah: Pupuk kandang dengan dosis 20 ton/hektar.
Berupa campuran ZA, TSP, atau SP-36 dan, KCl Dosis anjuran 1: ZA 100 kg + SP-36 60 kg + KCl 50 kg per hektar.
Pupuk susulan diulang setiap 4 bulan sekali  dengan dosis yang sama.
Dosis anjuran 2: mulai umur 3 bulan setelah tanam dipupuk dengan ZA 125 kg atau urea 62,5 kg + TSP atau SP-36 75 kg/ha.   Cara pemberian pupuk dibenamkan ke dalam parit sedalam 10-15 cm diantara barisan tanaman nanas, kemudian tutup dengan tanah.

HAMA DAN PENYAKIT
1.    Lalat buah (Atherigona sp.)
Ciri - ciri: Lalat berukuran kecil, meletakkan telur pada bekas luka bagian  buah, kemudian menjadi larva berwarna putih.
Gejala: merusak/ memakan daging buah hingga menyebabkan busuk  lunak.
Pengendalian:Dengan menjaga kebersihan kebun, membuang buah yang terserang lalat buah; berukuran sangat kecil panjang sekitar 1,5 mm,  berwarna coklat, dan bermata besar..
2.    Ulat buah
Ciri –ciri : Serangga muda/dewasa berupa larva/ulat tertutup rambut halus dan kepalanya kecil. Gejala: menyerang buah nanas dengan cara menggerek dan membuat lubang, bergetah.
3.    Penyakit Busuk hati dan busuk akar
Penyebab: cendawan Phytophthora Penyebaran penyakit dibantu bermacam-macam tanaman inang, air yang mengalir, , curah hujan tinggi, tanah yang mengandung bahan organik dan kelembaban tanah tinggi antara 25-35 derajatC.
Gejala: pada daun terjadi perubahan warna menjadi hijau belang-belang kuning dan ujungnya nekrotis; daun-daun muda mudah dicabut bagian pangkalnya membusuk dengan bau busuk berwarna coklat, dan akhirnya tanaman mati; pembusukan pada system perakaran.
Pengendalian Dengan cara perbaikan drainase tanah, mengurangi kelembapan sekitar kebun, dan memotong/mencabut tanaman yang sakit.

PANEN Ciri-ciri buah nanas yang siap dipanen:
Mahkota buah terbuka;Tangkai ubah mengkerut;Mata buah lebih mendatar, besar dan bentuknya bulat;Warna bagian dasar buah kuning;Timbul aroma nanas yang harum dan khas.


PRAKIRAAN PRODUKSI
Potensi produksi per hektar pada tanaman nanas yang dibudidayakan intensif dapat mencapai 38-75 ton/hektar. Pada umumnya rata-rata 20 ton/hektar atau 44.000-77.000 butir dengan harga di kebun Rp. 1000;/butir.
Untuk pemasaran hasil selama ini belum ada masalah, malahan banyak permintaan dibandingkan dengan produksi, harga jual cukup menguntungkan.   Sehingga untuk pengembangan sangat berpotensi, Apalagi dengan adanya Infestor yang mau mengembangkan Nanas Bogor ini untuk produk kalengan. Mengapa  infestor memilih Nanas Bogor? sebab nanas Bogo besarnya standar ( tidak terlalu besar) diameternya cukup masuk dalam kaleng kemasan ( satu kaleng isi satu buah nanas). Lagi pula rasanya yang segar artinya tidak terlalu manis  pas untuk terapi kasehatan.
Sumber: Budidaya Nenas Web Deptan.

Oleh : Saful Hodijah,S.ST Penyuluh Pertanian Madya (Admin BP4K Kab.Bogor.)