![]() Site Counter
|
Pengendalian HamaPenyakit Pada Tanaman Jeruk Siam
a. CVPD
Penyebab: Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri. Bagian yang diserang: silinder pusat (phloem) batang. Gejala: daun sempit, kecil, lancip, buah kecil, asam, biji rusak dan pangkal buah oranye. Pengendalian: gunakan bibit tanaman bebas CVPD. Lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD. Gunakan insektisida untuk vektor dan perhatikan sanitasi kebun yang baik. b. Blendok Hama Jeruk Siam
a. Kutu loncat (Diaphorina citri)
Bagian diserang: tangkai, kuncup daun, tunas, daun muda. Gejala: tunas keriting, tanaman mati. Pengendalian: menggunakan insektisida bahan aktif dimethoate (Roxion 40 EC, Rogor 40 EC), Monocrotophos (Azodrin 60 WSC) dan endosulfan (Thiodan 3G, 35 EC dan Dekasulfan 350 EC). Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas, Selain itu buang bagian yang terserang. b. Kutu daun (Toxopetra citridus aurantii, Aphis gossypii) PENYAKIT JERUK: GEJALA DAN PENGENDALIANNYA
Penyakit CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration)
Gejala : Gejala serangan CVPD pada tanaman jeruk adalah daun berwarna kuning, kaku, lebih tebal dan sering berdiri tegak serta terdapat warna hijau mengelompok tidak merata. Tulang daun menonjol dan berwarna hijau gelap. Pada intensitas serangan yang berat, daun menjadi lebih kecil dan menghasilkan buah lebih kecil (sebesar kelereng) dengan biji berwarna hitam. Pengendalian : • Menjaga kebersihan dan membuang tanaman sakit HAMA UTAMA TANAMAN JERUK
Penggerek buah |





