RSS
Syndicate content

DIALOG INTERAKTIF PENYULUHAN PERTANIAN

Sumber Gambar: Pusat Penyuluhan Pertanian
Dialog interaktif pertanian kali ini bertampat di Desa ujung semi Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat dengan tema "Peningkatan Kapasitas Penyuluhan Dalam Mendukung Program P2BN". Acara dialog interaktif ini menghadirkan 5 narasumber yaitu: Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI Ir. E. Herman Khaeron, M.Si, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Dr. Ir. Momon Rusmono, MS, Wakil Bupati Cirebon Ason Sukasa, SH.MK, Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat Unif Primadi dan Direktur Komersial PT Pupuk Kujang Yuni Suryanto, AK. MBA.

Sebelum dialog interaktif dilaksanakan acara dimulai dengan panen raya yang menghasilkan sekitar 10,16 ton gkg/ha. Dalam dialog tersebut Kepala Pusat Penyuluhan mengatakan untuk tercapainya surplus beras sebesar 10 juta ton pada Tahun 2014 ada 3 aspek yang perlu diperhatihan yaitu; ketersediaan sarana produksi pertanian, ketersediaan teknologi , pengawalan dan pendampingan penyuluh pertanian. Sedangkan untuk memotivasi para penyuluh program yang diberikan oleh pusat adalah Bantuan Operasional Penyuluh (BOP) Tahun 2012 dinaikan berdasarkan wilayah contoh untuk wilayah bagian barat yangsemula Rp 250.000/bulan menjadi Rp 320.000/bulan, penyuluh yang mendampingi SLPTT dan Demfarm padi di berikan intensif sebesar Rp 150.000 ,- , pelatihan diklat agribisnis, peningkatan operasional penyuluh (kendaraan roda dua sebanyak 2.900 unit dan alat bantu penyuluhan berupa soil teskit, program peningkatan pengetahuan berupa alat pengolah data cyber extension sebanyak 1.000 unit dan bagi petani, penyuluh berprestasi akan diundang mengikuti acara kenegaraan tanggal 17 Agustus di Istana Negara.

Bpk Wakil Ketua Komisi IV DPR RI menyampaikan dukungan yang diberikan adalah alokasi anggaran 20 triliun rupiah untuk pertanian, menyetujui 13,99 miliar untuk anggaran subsidi pupuk, menyediakan cadangan benih Nasional, Honor BOP sebanyak 10 bulan, dalam rapat kerja DPR mengusulkan agar rekruitmen CPNS memprioritaskan penyuluh, pengadaan mobil yang bisa memanen, memotong, merontokan padi sebanyak 1.000 unit, dan sisa anggaran yang ada di Kementerian Pekerjaan Umum diusulkan agar digunakan untuk membangun pengairan dan jalan untuk pertanian.

Ason Sukasa, SH.MK selaku Wakil Bupati juga memaparkan tentang dukungannya yaitu Pelatihan dan penguatan Kelompok Tani, Penerapan Sistem Laku, Penyediaan dukungan anggaran untuk areal 13.800 ha, bantuan alat pertanian, jaringan irigasi, pengembangan sumber air, dan anggaran sebesar 25 milyar rupiah untuk perbaikan jalan.

Sedangkan Unif Primadi selaku Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat juga memaparkan dukunganya berupa; Peningkatan produktifitas berupa SPTT, GP3K, dan SRI, Peningkatan Luas Areal Tanam, Pencetakan Lahan Sawah Baru, Pengendalian OPT dengan sistem SPOT STOP, menekan kehilangan hasil, dan penguatan kelembagaan dan pebiayaan seperti KUR.

Yang tak Kalah penting adalah dukungan dari PT. Pupuk Kujang dengan melakukan Demplot dan Demfarm, program pupuk dibayar setelah panen dan pupuk paket berupa 350kg/ha NPK 3068, 500 kg/ha pupuk orkanik.

Diakhir dialog Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian menyampaikan 3 hal yaitu; agar komponrn terkait selalu bersinergi dan berkoordinasi, tanpa kerja keras penyuluh tidak akan optimal dan menjadikan tahun 2012 sebagai tahun kerja keras penyuluh dan tahun kebangkitan penyuluh pertanian.

(Tim Cyber Extension Pusat)