RSS
Syndicate content

TEMU PENYULUH SE PROVINSI GORONTALO

Sumber Gambar: Bakorluh Prov. Gorontalo 2012

Gubernur Gorontalo Drs. Rusli Habibie, M.AP selaku Ketua BAKORLUH PPK Provinsi Gorontalo menghadiri acara Temu Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan serta Penangkar Benih se Provinsi Gorontalo. Dalam sambutannya Gubernur berharap para penyuluh senantiasa bekerja dengan sungguh-sungguh serta tulus dan ikhlas dalam melakukan pendampingan terhadap para petani, nelayan maupun petani hutan. Bagi para penangkar benih, beliau berharap dapat bekerja sama dengan pihak swasta atau BUMN dan BUMD dalam pengembangan benih unggul, yang tentunya Pemerintah Provinsi melalui Badan Koordinasi Penyuluhan Prertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Gorontalo akan mendukung kegiatan tersebut bahkan ditegaskan oleh Gubernur akan memberikan subsidi biaya produksi bagi para penangkar benih. Disela-sela kegiatan, Gubernur Rusli Habibie menyerahkan penghargaan bagi Penyuluh PNS Teladan, UP-FMA Teladan serta pengukuhan Komisi Penyuluhan Provinsi Gorontalo.
Selanjutnya Gubernur Rusli Habibie menegaskan bahwa target satu desa satu penyuluh seperti yang digaungkan oleh Kepala Sekretariat Bakorluh Dr. Alwaritz Nggole, MP, bahwa nantinya kedepan tidak ada lagi seorang penyuluh yang menangani dua desa atau lebih. Bahkan nantinya setiap desa akan memiliki satu demplot, ini dimaksudkan agar para petani dapat mengadopsi teknologi yang diterapkan pada demplot tersebut yang tentunya akan meningkatkan produksi dan produktifitas komoditi pertanian.
Kepala Sekretariat Bakorluh Alwarist Nggole dalam laporannya mengatakan bahwa Gorontalo masih kekurangan 118 penyuluh, "saat ini masih terdapat satu penyuluh yang menangani dua desa". Dikatakannya sebagai tindak lanjut program unggulan Gubernur Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim dengan icon membangun Desa dari Gorontalo maka Bakorluh mengangkat tema Bangkit Penyuluh dengan memprogramkan satu desa satu penyuluh satu demplot, dan program ini mendapat respon penuh dari Gubernur Rusli Habibie.
Lebih lanjut kata Alwaritz Nggole beberapa kendala yang dihadapi oleh para penyuluh di tingkat lapangan antara lain penyusunan programa yang belum maksimal, kelompok tani masih dominan berstatus pemula, terbatasnya penyelenggaraan diklat teknis maupun fungsional dan masih rendahnya insentif bagi para penyuluh.
Pada acara Temu Penyuluh tersebut diikuti oleh Penyuluh (Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) 618 orang, penangkar benih 73 Orang, pengawas benih 46 Orang, Gapoktan 50 Orang serta dinas terkait. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan Sosialisasi Program Kerja Bakorluh PPK Provinsi Gorontalo tahun 2013 dan penjaringan aspirasi yang dihadiri oleh Jajaran Pejabat Bakorluh PPK Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Kepala BP3K se Provinsi Gorontalo yang turut dihadiri pula oleh perwakilan dari BP2SDMP Kementrian Pertanian Republik Indonesia yakni Ibu Cut Darwati, SP. serta Ibu Inang Sariati, SPt, MM.
Nasrun Napu, SP., (Admin Provinsi)