RSS
Syndicate content

SOSIALISASI KEAMANAN PANGAN SEGAR DALAM RANGKA PENINGKATAN MUTU PANGAN HASIL PERTANIAN DI KABUPATEN REMBANG

Sumber Gambar: Dok. BKP & P4K
Selama ini masih banyak produk pangan yang belum memenuhi persyaratan keamanan pangan, selain itu masih ada kasus keracunan makanan olahan di Kabupaten Rembang, hal ini disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat baik produsen, maupun konsumen dalam penanganan pangan. Keamanan Pangan tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan manusia, akan tetapi juga menentukan nilai ekonomi dari bahan pangan itu sendiri. Peran Pemerintah dan pelaku usaha belum optimal dalam penanganan keamanan pangan, oleh karena itu perlunya pemahaman yang sama dalam mewujudkan keamanan pangan.
Penanganan keamanan pangan segar telah menjadi perhatian dunia mengingat bahan pangan segar adalah produk yang memiliki karakteristik mudah rusak akibat terkontaminasi oleh cemaran fisik, kimia maupun mikrobiologi. Keamanan pangan tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan manusia, akan tetapi juga menentukan nilai ekonomi dari bahan pangan itu sendiri. Oleh karena itu, dalam perdagangan internasional telah ditetapkan persyaratan keamanan pangan segar yang dirumuskan melalui kesepakatan Sanitary and Phytosanitary (SPS) Agreement dan Technical Barriers to Trade (TBT) Agreement pada putaran Uruguay tentang Negosiasi Perdagangan Multilateral.
Terkait dengan hal tersebut diatas maka BKP dan P4K Kab. Rembang berupaya untuk memberikan informasi tentang pangan segar kepada para petani pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Bertempat di Aula BKP dan P4K Kab. Rembang pada hari Rabu tanggal 26 Juni 2013 kemarin terselenggarakanlah Sosialisasi Pangan Segar (Tanaman Pangan, Hortikultura Buah dan Sayur, Perkebunan, Peternakan, dan Perikanan). Sosialisasi ini bertujuan antara lain untuk menyebarluaskan informasi tentang keamanan pangan segar, meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kesadaran dalam penanganan pangan segar konsumsi serta mewujudkan hasil pangan yang aman dan bermutu.
Acara yang dihadiri oleh 100 orang dari unsur Ketua Gapoktan, Ketua KTNA, Ketua KWT, PKK, Petugas Penyuluh Lapang dan pelaku usaha terkait lainnya ini sangat direspon positif oleh peserta. Berbagai pertanyaan terkait penangan pangan segar dan olahannya di sampaikan oleh peserta. Melalui 2 narasumber yaitu dari Dinas Kesehatan Kab. Rembang dan DIPERTAN TPH Prov. Jawa Tengah yang dihadirkan oleh panitia semua permasalahan yang disampaikan peserta dapat terjawab dengan baik.
Melalui Kegiatan Sosialisasi ini diharapkan masyarakat memamahami arti pentingnya pangan segar, standarisasi mutu pangan segar dan penanganan pangan segar secara benar hingga pangan segar tersebut diterima konsumen. Selain itu penerapan sistem standarsasi secara optimal sebagai alat pembinaan mutu hasil pertanian juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi maupun produktivitas di bidang pertanian yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing dan mendorong kelancaran pemasaran komoditi pangan serta mendorong berkembangnya investasi di sektor pertanian.
Dengan mengkonsumsi pangan segar yang bermutu dan aman diharapkan berpengaruh terhadap meningkatnya kualitas hidup masyarakat terutama peningkatan kesehatan masyarakat. Sebab negara yang kuat sangat tergantung pada masyarakat yang sehat. Mari kita jadikan Pangan kita Aman dan Sehat.... .