RSS
Syndicate content

Profil Kabupaten Ogan Ilir

KEADAAN UMUM WILAYAH KABUPATEN OGAN ILIR

A. Wilayah Administrasi
Kabupaten Ogan Ilir memiliki luas wilayah 2.666,07 km2, secara fisik geografis terletak diantara 3o02' sampai 3o48'LS dan diantara 104o20' BT sampai 104o48'BT. Kabupaten Ogan Ilir memiliki batas wilayah administrasi sebagai berikut :
Sebelah Utara : berbatasan dengan Kabupaten Banyuasin, Kota Palembang dan Kabupaten Muara Enim
Sebelah Selatan : berbatasan dengan Kabupaten OKU
Sebelah Timur : berbatasan dengan Kabupaten OKI dan OKU Timur
Sebelah Barat : berbatasan dengan Kabupaten Muara Enim dan Kota Prabumulih
Kabupaten Ogan Ilir merupakan kabupaten yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2003 dan mulai berjalan efektif sejak tanggal 14 Januari 2004 dan merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Selatan. Ibukota Kabupaten Ogan Ilir terletak di Kecamatan Indralaya.
Letak Kabupaten Ogan Ilir sangat srategis karena berada pada jalur lintas timur sumatera yang menghubungkan Provinsi lampung dan Provinsi Sumatera Selatan. Bahkan jarak tempuh antara Ibukota Kabupaten Indralaya dengan ibukota Provinsi Sumatera Selatan Palembang sangat dekat yaitu lebih kurang 1 jam perjalanan melalui darat.
Kabupaten Ogan Ilir terdiri atas 16 Kecamatan, 227 desa, 14 kelurahan, satu Sekretariat Daerah, 3 Asisten Sekretaris, 11 bagian, 15 dinas, 7 badan, 2 kantor dan 1 Unit Polisi Pamong Praja. Jumlah penduduk Kabupaten Ogan Ilir pada tahun 2009 mencapai 416.803 jiwa. Jumlah penduduk laki-laki mencapai 208.663 jiwa dan perempuan sebanyak 208.140 jiwa.
wilayah kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir yang terluas berada di Kecamatan Rambang Kuang dengan luas wilayah 528,82 Km2 sedangkan wilayah di kecamatan yang terkecil di Kabupaten Ogan Ilir berada di Kecamatan Lubuk keliat dengan luas 12,17 Km2.

B. Topografi dan Iklim


1. Topografi
Wilayah bagian utara Kabupaten Ogan Ilir merupakan hamparan dataran rendah berawa yang sangat luas mulai dari Kecamatan Pemulutan, Pemulutan Barat, Pemulutan Selatan, sampai Indralaya Selatan. Sedangkan Kecamatan Tanjung Batu, Payaraman, Lubuk Keliat, Rambang Kuang dan Muara Kuang dengan dataran yang bertopografi datar sampai bergelombang dengan ketinggian sampai 14 meter dari permukaan air laut. Wilayah daratan Kabupaten Ogan Ilir mencapai 65 % serta wilayah berair dan rawa-rawa sekitar 35 % Derajat keasaman tanah berkisar antara pH 4,0 sampai pH 6,5.
Jenis tanah didominasi oleh jenis tanah alluvial dan jennis tanah podsolik. Jenis tanah alluvial terdapat di Daerah Aliran Sungai(DAS) Ogan yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan dengan warna tanah kelabu atau kecoklatan, keadaan tanahnya liat, berpasir dan lembab apabila musim kering akan menjadi keras. Tanah alluvial memiliki susunan humus yang kaya bahan organik yang berasal dari endapan limpasan air sungai. Tanah alluvial tersebar di Kecamatan Pemulutan, Pemulutan Selatan, Pemulutan Barat, Indralaya, Indralaya Utara, Indralaya Selatan, Tanjung raja, Sungai Pinang, Rantau Panjang, Rantau Alai, Kandis, Muara Kuang, Lubuk Keliat dan sebagaian di Tanjung Batu. Tanah podsolik terdapat di daerah yang tidak terjadi penggenangan pada musim hujan, tingkat kesuburan lebih rendah dibanding dengan jenis tanah alluvial.
Rincian turunan jenis tanah yang ada di Kabupaten Ogan Ilir adalah :

1. Alluvial hidromof endapan liat, meliputi wilayah Kecamatan Pemulutan, Pemulutan Barat, Pemulutan Selatan, Tanjung Batu, Payaraman, Tanjung Raja, Sungai Pinang, Rantau Panjang, kandis, Indralaya, Indralaya Utara, Indralaya Selatan.
2. Alluvial kelabu Muda, meliputi wilayah Kecamatan Muara Kuang, Lubuk keliat dan Rambang Kuang.
3. Assosiasi Gley humus dan organosol, meliputi wilayah Tanjung Raja, Rantau Panjang, Rantau Alai, Kandis, Indralaya,Indralaya Utara, dan Kecamatan Indralaya Selatan.
4. Hidomorf kelabu, meliputi wilayah kecamata Muara Kuang, Lubuk keliat, Rantau Alai, kandis, Tanjung Raja, Rantau Panjang dan Kecamatan Sungai Pinang
5. Podsolik coklat kekuningan/Podsolik Merah Kuning, meliputi wilayah Kecamatan Tanjung Batu, Payaraman, Muara Kuang, dan Kecamatan Rambang Kuang.
6. Assosiasi Podsolik Coklat Kekuningan dengan Hidromorf kelabu, meliputi Kecamatan Muara Kuang, Rambang Kuang, Indralaya Utara, dan Kecamatan Pemulutan Barat.


2. Iklim
Iklim di Kabupaten ogan Ilir termasuk iklim tropis basah (type B).dengan variasi rata-rata curah hujan 1.069 mm/tahun pada tahun 2009. Musim kemarau berkisar antara bulan Mei sampai Oktober. Sedangkan bulan November sampai dengan April Adalah bulan yang tertinggi curah hujannya. Pada tahun 2008 iklim tidak mengalami pergeseran sehingga musim hujan dimulai Bulan September dan berakhir Bulan Maret 2008. Musim kemarau terjadi pada bulan-bulan April sampai Agustus 2008 dengan curah hujan masih sering terjadi. Curah hujan rata-rata tahun 2008 kurang dari 1.000 mm dan rata-rata hari hujan 66 hari per tahun. Suhu udara bervariasi dengan rata-rata 23oC sampai 32oC dengan kelembapan udara relatif harian berkisar antara 69 % sampai 98 %.


C. Sumber Daya Manusia


Jumlah penduduk Kabupaten Ogan Ilir pada tahun 2009 sebanyak 416.803 jiwa naik sebesar 3,85 persen dari tahun 2008 sebanyak 400.717 jiwa. Jumlah penduduk laki-laki sebanyak 208.663 jiwa atau 50,06 persen dan perempuan sebanyak 208.140 jiwa atau 49,93 persen.
Kecamatan Tanjung Raja merupakan kecamatan yang memiliki jumlah penduduk terbanyak yaitu 45.653 jiwa dan Kecamatan Kandis merupakan kecamatan yang memiliki jumlah penduduk paling sedikit yaitu sebesar 11.993 jiwa. Struktur umur penduduk menggambarkan struktur penduduk usia 0-14 tahun, usia sekolah 6-19 tahun, usia produktif 20-64 tahun dan usia lanjut di atas 65 tahun. Pada tahun 2009 jumlah kelompok usia terbanyak 25-54 tahun, yaitu sebanyak 177.634 jiwa dengan rasio jenis kelamin 88.702 jiwa laki-laki dan 88.932 jiwa perempuan. Sedangkan jumlah terkecil pada kelompok usia 65 tahun ke atas yaitu berjumlah 19.194 jiwa terdiri atas 8.396 jiwa laki-laki dan 10.978 jiwa perempuan.


D.Keragaman Penyuluh Pertanian


a. Kelembagaan Petani
Jumlah kelompok tani dari semua sub sektor yang ada adalah 1461 kelompok, sedangkan jumlah Gapoktan sebanyak 194 kelompok. Pertumbuhan poktan atau gapoktan tersebut pada dasarnya masih bersifat keproyekan sehinggan fungsinya belum terlaksana secara optimal.
Status kelembagaan penyuluh di kabupaten Ogan Ilir telah terbentuk berdasarkan Perda No.04 Tahun 2008 Tanggal 17 Januari 2008 yaitu Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (Bapluh-KP). Dengan demikian praktis seluruh kegiatan penyuluhan dan kewenangannya berada dibawah naungan Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir yang secara struktur organisasi sudah berdiri sendiri secara operasional pelaksana program penyuluhan dilaksanakan oleh Bapluh-KP dan secara teknis kegiatannya berkoordinasi dengan instansi terkait baik pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, maupun kehutanan.


b. Ketenagaan Penyuluh Pertanian
Jumlah Penyuluh Pertanian di Kabupaten Ogan Ilir sampai dengan Tahun 2010 adalah sebagai berikut :
1. Penyuluh Pertanian PNS : 45 orang
2. Penyuluh THL-TBPP : 71 orang
3. Penyuluh TKS (Dana APBD) : 122 orang
4. Penyuluh Swakarsa : 19 orang