RSS
Syndicate content

Potensi dan Pelaksanan Program Pertanian di Kabupaten Pati

Sumber Gambar: Bapeluh Pati
Sesuai dengan semboyan Kabupaten Pati yaitu "Pati Bumi Mina Tani", Sektor pertanian merupakan sektor andalan Kabupaten Pati. Beberapa komoditi andalannya antara lain padi, ketela pohon, kacang hijau, kacang tanah. pisang, semangka, tebu, kelapa, kopi, kapuk, cengkeh, dan perikanan laut. Selain itu, di daerah ini juga berkembang industri besar dan sedang.

Pada sisi tanaman pangan, komoditi andalannya adalah padi, ketela pohon, jagung, dan kacang hijau. Padi ditanam merata di seluruh kecamatan. Namun terdapat kecamatan dengan produksi tiga terbesar yaitu Sukolilo, Kayen, dan Jakenan. Ketiga kecamatan ini cocok dijadikan klaster padi. Sedangkan klaster ketela pohon cocok dikembangkan di Kecamatan Gembong, Cluwak, dan Tlogowungu. Klaster jagung cocok dikembangkan di Kecamatan Sukolilo, Tambakromo, dan Gembong. Sementara klaster kacang hijau cocok dikembangkan di Kecamatan Jakenan, Winong, dan Tambakromo.

Banyak komoditas yang dibudidayakan di kabupaten pati, yang sering menonjol pada umumnya tentang komoditas kacang, padahal pada kenyataannya produsen pembuat hasil olahan dari kacang seperti produk kacang dari "Garudafood" dan "Dua Kelinci" tidak banyak mengambil komoditas kacang dari daerah setempat tetapi dari daerah lain. Kedua Perusahaan besar tersebut memang berlokasi di Kabupaten Pati tapi bahan dasar dari daerah sentra kacang di pulau jawa karena kapasitas produksi yang butuh bahan baku yang besar.

Dalam kelanjutannya di lapangan ternyata banyak persoalan yang terjadi diantaranya adalah persoalan modal yang terbatas untuk usaha budidaya tanaman bahkan sampai tahap pasca panen. Pengaruh dari maslah ini sangat besat dalam lingkup kehidupan petani bahkan bisa sampai menurunkan produktivitas komoditas pertanian. Perlunya pengembangan komoditas pertanian di kabupaten pati yang didukung oleh semua elemen baik dari instansi terkait maupun dari petani sangat diperlukan agar peningkatan produktivitas komoditas pertanian naik sehingga hasilnya bisa dirasakan langsung oleh petani.

Berbagai program baik dari pusat sampai di tingkat provinsi dan kabupaten mendukung pertumbuhan peningkatan produktivitas pertanian di kabupaten pati seperti SL-PTT, SL-PHT, PUAP, LM3, bantuan langsung benih, Bantuan pompa irigasi, traktor, pembuatan embung, rumah kompos dan lainnya.

Salah satu contoh program pemerintah yang sekarang ini sangat kental di telinga petani adalah BLM - PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan). Program ini adalah bantuan langsung tunai seperti PNPM yang diberikan oleh Kementerian Pertanian untuk pengembangan usaha khususnya di bidang agribisnis. Bantuan ini awal di dikeluarkan mulai pada tahun 2008 sampai dengan sekarang. Kabupaten Pati pada tahun pertama gapoktan penerima bantuan sejumlah 35 gapoktan, pada tahun 2009 sebanyak 31 gapoktan dan pada tahun 2010 sebanyak 103 gapoktan. Bantuan yang diberikan senilai seratus juta rupiah untuk setiap gapoktannya. Diharapkan bantuan ini dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran dan tujuan dari pemberian bantuan ini dan lainnya dapat mempermudah petani dalam menjalankan kegiatan pertanian di perdesaan.

Penerima Dana BLM-PUAP untuk tahun 2010 pada tahap verifikasi data gapoktan diseleksi dan diproses oleh PMT (Penyelia Mitra Tani) dari PUAP 2008 dan 2009. Setelah dinyatakan lulus administrasi oleh BPTP Jateng, para ketua gapoktan dan penyuluh pendamping dilakukan serangkaian pelatihan penggunaan Dana BLM-PUAP sebelum mereka menerima dana. Pelatihan ini dilaksanakan di BPSDM-NAK Provinsi Jawa Tengah selama 5 hari. Diharapkan dengan pelatihan ini dapat menggunakan dana bantuan ini secara tepat sasaran dan efektif.

Penulis  : Aldonny Nurdiansyah, SP
Sumber : Bapeluh Kab. Pati