RSS
Syndicate content

PENYUSUNAN PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN TINGKAT PROV. RIAU TAHUN 2012


Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan telah melaksanakan Rapat Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Tingkat Provinsi Riau pada tanggal 13 sampai 17 April 2011. Acara dibuka oleh Bapak Sekretaris Bakorluh Provinsi Riau yang diwakili oleh Ketua Pelaksana Bapak H. Rosyidin.MM. disamping itu hadir tiga nara sumber dari Pusat, Ir. I Wayan Ediana, MSi dari Pengembangan Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian, Untung Prasetyo, A..Pi, MM dari Pusat Pengembangan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan, Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ir. Ashari Haryanto dari Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan Kementerian Kehutanan. Serta Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Kepala BPTP Provinsi Riau. Dalam sambutanya Bapak Sekretaris Bokorluh mengatakan. Lahirnya UU No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, merupakan suatu peristiwa yang penting dalam sejarah perkembangan penyuluhan di Indonesia. Disahkannya UU No. 16 Tahun 2006 diharapkan akan mampu membangkitkan semangat, memicu dan sekaligus memacu kinerja penyuluh, dimana keberadaan kelembagaan penyuluhan ini dapat menambah kepercayaan diri penyuluh, karena ada tempat penyuluh berkreasi, berinovasi dan berorganisasi. Oleh sebab itu sebagai implementasi dari UU No 16 tahun 2006 tersebut, harus dapat direspon dengan baik oleh semua pihak yang bergerak di sektor Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan, baik di tingkat Provinsi maupun ditingkat Kabupaten/Kota, agar pembangunan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, yang selama ini masih dilaksanakan secara parsial pada masing-masing instansi. dapat dilakukan melalui sistem penyelenggaraan penyuluhan yang terintegrasi di semua tingkatan. Peserta berjumlah 34 orang menghasilkan beberapa rumusan diantaranya :
1. Upaya-upaya khusus yang bersifat terobosan untuk meningkatkan produksi tanaman pangan dan hortikultura di Provinsi Riau tahun 2012 dilaksanakan melalui OPRM dan GERINAM BUAH
2. Menumbuh kembangkan kawasan komoditi unggulan Nasional dan Daerah serta meningkatkan kemampuan SDM pelaku utama dalam menerapkan teknologi produksi dan manajemen usahatani dan membangun ketergantungan positif antara wilayah di pulau Sumatera melalui optimalisasi komoditi unggulan strategis dengan pendekatan integrasi ternak dengan tanaman sebagai basis pengembangan untuk meningkatkan connectivity indek Provinsi Riau dan luasnya tanaman tua yang rusak, terutama tanaman karet seluas 128.066 ha ; kelapa : 92.205 ha serta kelapa sawit kebun plasma pir yang memasuki masa peremajaan seluas 20.117 ha serta pembiayaan dana revitalisasi perkebunan belum kunjung cair, petani masih terkendala pengurusan ke perbankan serta tanah petani tidak bersertifikat.              

3. Upaya pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan ketahanan pangan Provinsi Riau tahun 2012 melalui :
a. Ketersediaan dan cadangan pangan
b. Distribusi dan akses pangan
c. Penganekaragaman konsumsi dan penganekaragaman pangan
d. Penanganan kerawanan pangan dan menghasilkan paket teknologi pertanian spesifik lokasi dan mendiseminasikannya ke pengguna di daerah.
4. Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas BPTP Riau dalam menjalankan tupoksinya dan rancangan kegiatan BPTP Riau tahun 2012 masih mengacu kepada program strategis Nasional terutama pencapaian produksi padi 70, 6 juta ton, dengan kegiatan sebagai berikut :
- Pendampingan program strategi nasional
- Pengkajian teknologi spesifik lokasi
- Diseminasi hasil-hasil pengkajian
- Pendampingan program PUAP.
5. Membangun sinkronisasi dan koordinasi dengan institusi pusat dan daerah
6. Penanaman lahan kritis DAS prioritas di Provinsi Riau khususnya di kawasan konservasi seluas 5.000 hektar.
7. Pelaksanan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya mensejahterakan masyarakat dengan upaya mengembangkan hutan kemasyarakatan, khusus di Desa sekitar kawasan konservasi dengan upaya model Desa konservasi. setelah melewati proses identifikasi pada tahun 2010 maka terpilih 2 (dua) desa yaitu :
1. Desa Temiang, Kec. Bukit batu, Kab. Bengkalis
2. Desa Teluk Binjai, Kec. Teluk Meranti, Kab. Pelalawan