RSS
Syndicate content

Penyusunan Programa Penyuluhan di 24 Kecamatan Se-Kabupaten Cilacap

Sumber Gambar: Dok BP4K Cilacap

Sebagai salah satu bagian dari dokumen perencanaan pembangunan daerah, khususnya bidang pertanian, perikanan dan kehutanan, Programa Penyuluhan disusun sebagai dasar kegiatan penyelenggaraan penyuluhan bagi para penyuluh. Kegiatan ini bertujuan agar penyelenggaraan penyuluhan dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan para petani, sebagai upaya mengatasi permasalahan dengan memanfaatkan potensi bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.
Kepala Badan Pelaksana Penyulluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Cilacap, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan, Ir. Betty Kusuma Ningrum, ketika membuka Musyawarah Penyusunan Progam Penyuluhan Kecamatan Karangpucung, di Balai Penyuluhan setempat, Senin 11 Oktober 2010 menyatakan, suatu kegiatan yang dilaksanakan melalui perencanaan yang matang, hasilnya pasti akan lebih baik, apabila dbandingkan dengan kegiatan yang dilaksanakan tanpa perencanaan. Oleh karena itu, kepala BP4K mengajak para penyuluh dan seluruh peserta yang terdiri dari Gapoktan, Poktan, Distributor dan Pengecer, agar dapat melaksanakan kegiatan dengan serius dan menggunakan pemikiran yang jernih dengan harapan pada tahapan pelaksanaan hasilnya akan dapat mempercepat pemecahan masalah aktual yang terjadi di kalangan petani.
Apalagi, upaya masyarakat dalam meningkatkan hasil usaha pertanian , perikanan dan kehutanan, saat ini masih banyak menemui kendala dan masalah, sehingga hasilnya masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Di bidang pertanian tanaman pangan misalnya, masih rendahnya produktivitas hasil pertanian maupun peternakan, belum optimalnya pengelolaan hasil panen, terjadinya alih fungsi lahan pertanian dan sebagainya. Sedangkan pada bidang perikanan permasalahan yang terjadi antara lain adalah masih rendahnya produktivitas hasil perikanan, baik budidaya air tawar maupun tambak, kurangnya minat masyarakat terhadap usaha perikanan, belum optimalnya penanganan pasca panen, serta terbatasnya stok benih unggul dan sebagainya. Dibidang kehutanan dan perkebunan, permasalahan yang ada saat ini antara lain adalah masih luasnya lahan kritis yang mencapai lebih dari 10.000 hektar, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap upaya pelestarian hutan, masih terjadinya penebangan liar serta rendahnya divertifikasi usaha bidang kehutanan dan perkebunan.Hal senada diakui, Camat Karangpucung, Drs. Sadmoko Danardono, MSi yang menyatakan, potensi pembangunan di bidang Pertanian, Perikanan dan Kehutanan di wilayah Kecamatan Karangpucung relatif cukup besar, karena lebih dari 700 hektar berupa lahan pertanian. Berbeda dengan potensi bidang kerikanan dan kelautan yang relative kecil, pengembangan bidang Kehutanan dan Perkebunan juga menunjukkan cakupan luas yang cukup besar. Camat Karangpucung, Sadmoko mengharapkan, dengan adanya musyawarah Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan tingkat kecamatan ini, setiap kegiatan peyuluhan dapat direncanakan dengan lebih baik dan terpadu, sehingga dapat sebagai pedoman dalam pelaksanaannya bersama petani. Sesuai kondisi spesifik lokalita menurut Camat Karangpucung, Sadmoko, lahan sawah yang selama ini berupa lahan tadah hujan di wilayahnya dapat dirancang kearah lahan sawah irigasi. Sedangkan untuk mengantisipasi semakin terbatasnya lahan, dapat dilakukan dengan pola intensifikasi lahanSebagai nara sumber dalam kegiatan tsb Ka UPT Dishutbun Karangpucung, Sulisno, SP dan Ka UPT Dispertanak Majenang, Darta Mulyana SP.MP, disamping Pejabat Penyuluh Fungsional BP4K Kabupaten Cilacap, Nur Said, SP. Musyawarah Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan tingkat Kecamatan ini,diselenggarakan pada 24 Kecamatan di wilayah Kabupaten Cilacap, sampai dengan akhir Oktober mendatang.( By : Surur Hidayat )