RSS
Syndicate content

PEMBUATAN PAKAN IKAN (PELLET) IKAN TERAPUNG

Sumber Gambar: Doc. Dian Kurnia Ekawati, S.P -THL

PEMBUATAN PAKAN IKAN (PELLET) IKAN TERAPUNG

DI KELOMPOK WANITA TANI (KWT) SRI RAHAYU DESA
KUNTILI KECAMATAN SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS
KWT Sri Rahayu berada di wilayah Desa Kuntili Kecamatan Sumpiuh, berdiri tanggal 12 mei 2008 dan beranggotakan 31 orang. Tahun 2011 KWT Sri Rahayu mendapatkan bantuan program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) dari Ketahanan Pangan Propinsi Jawa Tengah. Tepatnya tanggal 19 Juli 2011datang bantuan pertama yang berupa ikan lele sebanyak 5000 ekor. Pemeliharaan ikan lele dilakukan oleh anggota di kolam-kolam plastik. Sistim perguliran digunakan untuk pemerataan bantuan lele di antara annggota. Dalam pemeliharaannya, ada satu masalah yang dihadapi oleh KWT yaitu tentang mahalnya pakan ikan (pellet) lele tersebut, yang berpengaruh terhadap keuntungan yang diperoleh. Tercetuslah ide untuk membuat pakan sendiri. Tanggal 16 April 2012 yang bersamaan dengan pertemuan rutin, akhirnya KWT mengadakan pelatihan pembuatan pakan ikan (pellet) dengan mendatangkan pelatihnya Mohammad Jusuf Randi, S.P dari Randi Farm Purwokerto.
Dalam membuat pakan buatan untuk ikan, hal pertama yang harus dipertimbangkan, adalah persyaratan bahan baku untuk pakan, yaitu :
1. Bahan baku pakan tidak boleh bersaing dengan bahan makanan manusia.
2. Bahan baku ini harus tersedia dalam waktu lama, atau ketersediaannya harus kontinyu.
3. Harga bahan baku; walaupun bisa digunakan, tapi bila harganya mahal maka penggunaan bahan atau peran bahan baku itu sebagai bahan baku sudah tersisihkan.
4. Kualitas gizi bahan baku, menjadi persyaratan penting lainnya. Walaupun harganya murah, banyak terdapat di Indonesia, dan ketersediaannya kontinyu, tetapi bila kandungan gizinya buruk, tentu bahan baku ini tidak dapat digunakan.
Pembuatan pelet terdiri dari proses pencetakan, pendinginan dan pengeringan. Perlakuan akhir terdiri dari proses sortasi, pengepakan dan pergudangan
Bahan baku pembuatan pellet dibedakan menjadi dua yaitu bahan baku nabati (jagung kuning, dedak halus, bungkil kacang kedelai, bungkil kacang tanah, minyak nabati, dan hijauan) dan bahan baku hewani (Tepung ikan, tepung darah, tepung tulang, protein sel tunggal (jamur, alga, ragi), tepung bulu terolah, serta limbah unit penetasan ayam).
Penghitungan bahan baku menggunakan metoda "Bujur Sangkar". Sebelum mulai menghitung, harap diingat bahwa suatu bahan baku disebut bahan sumber protein apabila kadar proteinnya > 20%. Karena harga protein paling mahal, maka yang pertama dihitung adalah protein, sedangkan yang lainnya menyesuaikan, misalnya dengan menambahkan sumber energi. Sebagai contoh, akan disiapkan pakan ikan mas dengan 25% protein, dari bahan dedak dan ampas tahu/bungkil kedelai.
Untuk membuat pakan ikan mas 27% protein sebanyak 100 kg, kita harus mencampur 
dedak : 17/35,8 = 47,5% x 100 = 47,5 kg
ampas tahu/bungkil kedelai : 18,8/35,8 = 52,5% x 100 = 52,5 kg
Bila akan menggunakan lebih dari 2 bahan baku, kelompokkan dahulu bahan baku basal (kadar protein < 20%) dan bahan baku protein (>20%). Di rata-ratakan dahulu setiap kelompok, setelah itu dimasukkan ke metoda bujur sangkar.
(Protein dedak + protein jagung) / 2 = (8,2 + 10,2) / 2 = 9,2 %
(Ampas tahu/bungkil kedelai + tepung udang) / 2 = (44 + 48,35) / 2 = 46,18 %

Sehingga Bahan baku basal 19,18/36,98 = 51,86 %
Bahan baku protein 17,8/36,98 = 48,14 %
Jadi untuk membuat 100 kg pakan ikan ini, dapat mencampur :
- Dedak : 25,93 kg
- Jagung : 25,93 kg
- Ampas tahu/Bungkil kedelai : 24,07 kg
- Tepung udang : 24,07 kg
Setelah didapat ukuran bahan baku yang pas tersebut di atas, campur semua bahan baku sampai tercampur benar. Semua bahan dalam bentuk tepung dan kering kecuali ampas tahu/bungkil kedelai harus dalam kondisi basah yang berguna sebagai perekat. Ampas tahu ini juga berguna agar pellet bisa mengapung. Buatlah pellet di pagi hari agar pellet langsung bisa kering hari itu juga. Tambahkanlah tepung kepala udang untuk membuat ikan suka memakan pellet tersebut, karena aroma tepung kepala udang disukai oleh ikan. Menurut pelatih, jika akan menggunakan tepung ikan, janganlah memakai ikan asin tapi pakailah ikan biasa yang dikeringkan untuk kemudian dibuat tepung ( by. Dian Kurnia Ekawati, S.P -THL_TBPP Desa Kuntili Kec.Sumpiuh)