RSS
Syndicate content

PEMBERDAYAAN WANITA TANI DALAM PEMANFAATAN LAHANPEKARANGAN DENGAN MODEL PEKARANGAN TERPADU

Pendahuluan
Dalam menghadapi situasi kenaikan harga BBM yang direncakan oleh pemerintah menunggu persetujuan DPR-RI dapat dipastikan membawa dampak yang luar biasa tak terkecuali ibu-ibu rumah tangga, sehingga dituntut pengelolaan ekonomi dengan penghematan yang luar biasa. Salah satu alternatifnya adalah pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal. Pemanfaatan lahan pekarangan diperkotaan yaitu dengan mengopyimalkan sistem budidaya di dalam pot, vertikultur dan sebagainya. Sedangkan bagi warga pedesaan dengan memanfaatkan pekarangan secara terpadu. Salah satu tujuan pembangunan pertanian adalah menyediakan bahan makanan yang cukup. Sedangkan bahan makanan dapat diusahakan pada tanah pertanian secara khusus maupun dipekarangan. Pekarangan dapat diartikan sebagai sebidang tanah yang terletak disekitar rumah yang dibatasi oleh pagar. Hampir setiap rumah di Indinesia memiliki pekarangan, baik di desa maupun di kota, kepemilikan pekarangan ada yangg luas ada yang sempit. Pada umumnya tidak ada rumah yang memiliki pekarangan, karena rumah yang sempit sekali pekarangannya dapat digantikan pot-pot hidroponik maupun vertikultur.

 

Pengelolaan pekarangan
Pekarangan sebenarnya merupakan bagian perusahaan petani, dimana dalam pengelolaannya dipangaruhi oleh budaya masyarakat dan perkembangan teknologi serta nilai ekonomi dan sosial. Pada kenyataannya pekarangan merupakan " lahan yang dikelola kaum ibu ", yang fungsinya yang menghasilkan bahan makanan terutama sayur-mayur, buah-buahan, umbi-umbian, ternak, ikan dan tanaman lain. Demikian pula intensifikasi pekarangan ditunjukan dalam upaya perbaikan gizi keluarga, yang menekankan pada fungsi pekarangan sebagai sumber kebutuhan untuk dikonsumsi sehari-hari. Untuk mendapatkan fungsi pekarangan yang optimal apabila luas dan kondisi pekarangan yang memungkinkan hendaknya dikelola secara profesional sebagai usaha tani/perusahaan terpadu yaitu dengan mengusahakan tanaman sayuran, buah, tanaman hias/bunga, peternakan dan perikanan dan kayu-kayuan. Dengan demikian kebutuhan sehari-hari dapat diperoleh dari pekarangan, bahkan dari pekarangan itu pula dapat diperoleh tambahan penghasilan yang tinggi misalnya dari usaha pembenihan ikan, dan pembesaran ika, dan pembesaran ikan konsumsi. Dengan pengelolaan pekarangan secara intensif akan diperoleh hasil yang relatif tinggi. Apabila dapat dikelola lebih profesional dengan mempertimbangkan berbagai potensi dan aspek prokdusinya dapat dipastikan pekarangan akan menjadi sumber penghasilan utama suatu keluarga.Limbah pertanian dan kotoran dipekarangan yang sebelumnya tidak bermanfat dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat misalnya kompos atau bokashi.
Desain pekarangan 
Untuk mendapatkan pekarangan yang asr, maka perlu adanya pengaturan tanaman yang akan ditanam, berdasarkan ketinggian tanaman dan lebar tajuk tanaman (etase), demikian pula dalam menempatkan kandang dan kolam. Untuk mendesain pekarangan ini ditentukan dari kuas dan keadaan pekaranngan, serta selera pemilikknya,namun tetap mengacu pada nilai estetika atau keindahan, mis. : 
A. Penempatan Tanaman 
1. Halaman Depan: Pada bagian depan rumah sebaiknya ditanami tanamna yang nemberikan kesan indah, bahkan kalau erlu dibuat taman/tanaman obat keluarga ( toga ) dan tanamna hias. Dapat pula dipadu dengan tanaman dalam pot, polibag, hidroponik dan diletakkan pada tanah, pagar atau bunga dalam pot yang di gantung dan tanaman vertikultur. Tanaman sayuran dan buah-buahan juga dapat di tanam di depan rumah.
2. Halaman Samping. Pada halaman samping ditanami dengan berbagai sayuran untuk mencukupi/memenuhi kebutuhan gizi keluarga sebaiknya tidak di tanam tanaman yang terlalau tinggi, agar sinar matahari tetap bisa masuk ke dalam rumah.
3. Halaman Belakang. Pada halaman belakang dapat ditanami tanaman yang bertajuk tinggi, yang berumur panjang. Misalnya kelapa, buah-buahan dan kayu-kayuan. 
4. Pgar Tanaman. Sebagai pagar pekarangan dapat memanfaatkan perdu yag hidup sepanjang tahun dan memberikan manfaat ganda misalnya : beluntas, mangko'an, ubi kayu dll.
B. Ternak dan Ikan
1. Pemeliharaan Ternak. Kandang untuk pemeliharaan ayam, itik, kambing, kambing, dan sapi agar ditempatkan agak jauh dari rumah, dengan perkandangan yang melalui syarat, cukup sinar matahari serta dibuatkan tempat membuang sampah dan kotoran hewan. 
2. Kolam Ikan. Kolam ikan dapat dibuat sesuai persediaan air, baik berupa kolam tanah, ataupun berupa kolam dari semen. Bentuk kolam disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan ikan dapat berupa pembenihan, pembesaran ikan hias, maupun ikan komnsumsi. Letak kolam dapat di samping, di belakang rumah atau mengikuti arus air. Apabila kita pandai membujuk para wanita tani memanfaatkan potensi lahan pekarangan secara optimal, sangat besar pengaruhnya terhadap peningkatan produksi hasil pertanian, maupun pendapatan serta kesejahteraan petani. Ada beberapa mafaat lahan pekarangan antara lain;(1)Lumbung hidup;(2)Apotik hidup;(3)Warung hidup;(3)Sumber pertambahan penghasilan;(5)Sumber gizi;(6)Sumber bangunan dan kerajinan;(7)Rumah tinggal dan tempat rekreasi keluarga.
PENGELOLAAN PEKARANGAN 
Pekarangan sebenarnya merupakan bagian kegiatan usaha tani, dalam pengelolaan pekarangan dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan perkembangan teknologi serta nilai ekonomi dan sosial. Pada kenyataannya pekarangan merupakan "lahan yang dikelola kaum ibu", yang fungsinya menghasilkan bahan makanan terutama sayur mayur, buah-buahan, umbi-umbian, ternak, ikan, dan tanaman lain. Demikian pula intensifikasi pekarangan ditunjukan dalam upaya perbaikan gizi keluarga, yang menerapkan pada fungsi pekarangan sebagai sumber kebutuhan untuk dikonsumsi sehari-hari. Untuk mendapatkan fungsi pekarangan yang optimal apabila luas dan kondisi pekarangan memungkinkan hendaknya dikelola secara profesional sebagai usaha tani/perusahaan terpadu yaitu dengan mengusahakan tanaman sayuran, buah, tanaman hias/bunga, peternakan dan perikanan serta kayu-kayuan, dengan memanfaatkan pekerangansecara optimal diharapkan dapat membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari dapat diperoleh dari pekarangan bahkan dari pekarangan itu pula dapat diperoleh tambahan penghasilan yang tinggi misalnya dari usaha pembenihan ikan, pembesaran ikan konsumsi dan dapat juga diusahakan ternak unggas. Disamping itu, dengan pengelolaan pekarangan secara intensif akan diperoleh hasil yang relatif tinggi. Apabila dapat dikelola lebih profesional dengan mempertimbangkan berbagai potensi dan aspek produksinya dapat dipastikan pekarangan akan menjadi sumber penghasilan utama suatu keluarga. Limbah pertanian dan kotoran pekarangan yang sebelumnya tidak bermanfaat dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat misalnya kompos dan bokashi. Disamping itu mengingat keterbatasan luasan lahan pekarangan masyarakat atau petani dapat memanfaatkan barang-barang bekas kebutuhan rumah tangga misalnya kaleng bekas cat, plastik bekas minuman kemasan, dan sebagainya sangat bermanfaat digunakan sebagai media tanaman (polibag).
Berbagai jenis tanaman yang dapat diusahakan dipekarangan antara lain(1) Jenis sayuran (cabe,terong,selada,kangkung,bayam,tomat,sawi,seledri dls); (2) Jenis tanaman obat keluarga (Toga) meliputi: kencur,kunir,temulawak,temu ireng,kunyit,jahe,dls); (3) Jenis tanaman lumbung hidup (uwi,garut,bentul,gadung,ketela,gembili,ganyong,dls);(4) Jenis tanaman buah-buahan (jambu air,mangga,jambu,rambutan, ,jeruk bol,sawo dls);(5) Jenis tanaman pelindung (sengon,turi,jati,lamtoro,gong,akasia,dls);(6) Jenis tanaman bunga -bungaan (mawar,melati,kantil,kenanga,suplir,dls); dan(7) Jenis tanaman pagar hidup, misanya; beluntas,kemuning,katu, dalan lain-lain.

 

Penulis : Rini Purwiyati, SP ( Penyuluh Pertanian Pertama, Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur )