RSS
Syndicate content

PELATIHAN ORGANIK KERJASAMA BP2KP - CSR PERTAMINA CILACAP

Sumber Gambar: BP2KP Cilacap
Ada 5 (lima) perbaikan yang dapat dilakukan dengan penerapan pertanian organik, meliputi perbaikan alam, sosial, ekonomi, infrastruktur dan perbaikan lahan"

Pertanian unorganik secara kasuistik telah memunculkan beberapa permasalahan, akibat penggunaan bahan - bahan kimia yang berlebihan tidak sebanding dengan daya dukung lingkungan, sehingga berakibat pada semakin menurunnya kesuburan tanah dan lahan. Disamping itu, produksi hasil pertanian dengan menggunakan pupuk, pestisida, herbisida dan bahan-bahan kimia lainnya dinilai kurang sehat, karena jika produk tersebut dikonsumsi terus-menerus, pada akhirnya residu bahan-bahan kimia tersebut akan terakumulasi dalam tubuh yang dapat menganggu kesehatan manusia.

Penegasan tersebut, dikemukakan Plh. Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Cilacap, Ir. Susilan, dalam sambutannya pada acara Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik, di Gedung Persatuan Wanita Patra Tingkat Wilayah RU IV Cilacap, Rabu, 3 Juli 2013. Menurut Susilan, pertanian unorganik perlahan namun pasti harus tergantikan dengan pertanian organik yang lebih ramah lingkungan dan memberikan hasil produksi yang sehat. "Ada 5 (lima) perbaikan yang dapat dilakukan dengan penerapan pertanian organik, meliputi perbaikan alam, sosial, ekonomi, infrastruktur dan perbaikan lahan" jelas Susilan.

Ir. Susilan menjelaskan, kegiatan pelatihan hasil kerja sama dengan PT. Pertamina RU IV Cilacap melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) ini, dikonsentrasikan bagi masyarakat Kelurahan Kutawaru yang dinilai memiliki kontribusi yang cukup tinggi bagi pembangunan pertanian di wilayah Cilacap. Sementara potensi yang tersedia juga masih berpeluang untuk dikembangkan agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakatnya.
Hal serupa juga diakui Public Relations Section Head Pertamina RU IV Cilacap,dalam sambutan tertulis yang dibacakan CSR Officer, Erafani Darma yang menyatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program tahun-tahun sebelumnya berupa Kredit lunak penggemukan sapi sebesar 1,2 milyar rupiah, pembangunan kandang komunal, dan program miniature kampoeng iklim dengan pembangunan ipalbiogas, pertanian organik dan pembuatan rumah panggung serta rumah pupuk.

Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik dari program CSR Pertamina bidang Pembedayaan Masyarakat yang bertemakan "Mandiri dan Sejahtera Bersama Pertamina" bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Cilacap ini, Erafani Darma mengharapkan dapat mendukung program Bangga Mbangun Desa yang berdampak positif terhadap peningkatan kesehatan masyarakat, sehingga pada gilirannya nanti mampu menumbuhkan Sense Of Belonging atau rasa memiliki masyarakat terhadap lingkungan. "Semoga melalui pelatihan ini, petani dan peternak di Kotawaru dapat meninggalkan penggunaan pupuk kimia yang relatif mahal dan berangsur-angsur mampu membuat dan menggunakan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan, efisiensi biaya dan mandiri," harap Erafani Darma.

Pelatihan yang akan berlangsung selama 10 (sepuluh) hari dan diikuti oleh 30 orang peserta dari Kelompok Tani Mahesa Patra Kelurahan Kutawaru ini, terbagi dalam 2 (dua) tahap,meliputi tahap pertama ( 3 Juli 2013) berlangsung di Gedung Pertamuan Persatuan Wanita Patra Cilacap dan tahap kedua (4 sampai dengan 16 Juli 2013 berlangsung di kelompok tani Mahesa Patra Kelurahan Kutawaru.

Usai pelatihan,melalui kerjasama BP2KP dan PT Pertamina RU IV Kabupaten Cilacap, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) ini dilanjutkan dengan praktek pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan kotoran sapi, arang sekam dan starter mikroorganisme EM4. Sedangkan disela-sela kegiatan pembuatan pupuk organik, peserta menerima materi penyuluhan antara lain berupa Go organik, pengelolaan biogas, Budidaya padi SRI, Pengolahan Gula Kelapa, Budidaya Ikan terpal dan KRPL. (ap)