RSS
Syndicate content

PANEN DEMFARM PADI DI LAHAN RAWA - LEBAK KOTA PALANGKA RAYA

Sumber Gambar: dokumen pribadi
Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPPKP) Kota Palangka Raya dengan didukung oleh 3 BPP, 26 orang penyuluh pertanian, 5 orang penyuluh kehutanan dan 8 orang penyuluh perikanan, terus mendukung upaya pemerintah untuk mewujudkan program P2BN dengan menyediakan surplus beras sebesar 10 juta ton pada tahun 2014. Berdasarkan Nota Kesepahaman antara Gubernur Kalimantan Tengah dengan Walikota Palangka Raya tanggal 16 November 2011
Nomor 1332.A/PD-340/DISTANNAK/2011 tentang Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) tahun 2010-2014 dengan target program P2BN di Kota Palangka Raya tahun 2011 sebesar 72 ton Gabah Kering Giling (GKG) dan tahun 2012 sebesar 105 ton GKG. Kendatipun di Kota Palangka Raya pada saat ini belum terdapat lahan persawahan, tetapi Pemerintah Kota Palangka Raya selalu berupaya untuk mengoptimalkan penggunaan lahan melalui Program Percetakan Sawah di Kelurahan Gaung baru Kecamatan Rakumpit seluas 50 hektar. Sedangkan untuk mendukung program P2BN tahun 2012, Kelurahan Bereng Bengkel Kecamatan Sabangau dan Kelurahan Tanjung Pinang di Kecamatan Pahandut seluas ± 600 hektar untuk budidaya padi dengan ditunjang oleh Program Demonstrasi Farming (Demfarm) Padi dari Badan SDM Kementerian Pertanian seluas 1,5 hektar.
Di Kota Palangka Raya tahun 2012, kegiatan Demfarm padi dilaksanakan di Lahan Rawa-Lebak Kelurahan Tanjung Pinang dan Kelurahan Bereng bengkel dengan tipologo lahan Lebak Tengahan dengan kedalaman genangan 50-100 cm dan biasanya terjadi selama 3-6 bulan. Pelaksanaan Demfarm di kedua kelurahan tersebut dijadwalkan sesuai dengan pengalaman dan pengamatan petani berhubungan dengan siklus perubahan musim dengan bertani padi dimungkinkan menjelang musim kemarau, yaitu pada bulan Juni s/d September 2012.
Panen Demfarm padi varietas Cianjur yang dihadiri oleh Kepala BPPKP Kota Palangka Raya dilaksanakan tanggal 29 September 2012 menghasilkan rata-rata 2,42 ton gabah kering panen (berdasarkan hasil ubinan). Menurut Tuminem, S.PKP (PPL) setempat, kita akui bahwa produksi yang dicapai masih tergolong rendah, karena lahan rawa-lebak yang dijadikan ditempat kegiatan Demfarm belum memiliki Saluran TAM sehingga sering tergenang air pada saat pelaksanaannya. Paket teknologi yang digunakan pada lokasi Demfarm sesuai yang direkomendasi spesifik lokasi yaitu : benih padi 38 kg, pupuk urea 150 kg, NPK 450 kg, pupuk organic 3.000 kg dan pestisida sebanyak 2 kg. Pada kesempatan melakukan panen Demfarm Padi di Kelurahan Tanjung Pinang Kota Palangka Raya tersebut, Kepala BPPKP Kota Palangka Raya (Ir. Hj. Melati fauziah) berpesan kepada Poktan/Gapoktan setempat, diharapkan agar mau dan mampu menerapkan anjuran teknologi yang sudah diperlihatkan secara nyata baik cara maupun hasilnya melalui kegiatan Demfarm, yang telah kita panen dengan hasil cukup tinggi yaitu 2,42 ton GKP, sehingga Kota Palangka Raya kedepannya dapat berkontribusi dalam program P2BN.
Oleh: Almansyah, SP (Penyuluh Pertanian BPPKP Kota P.Raya)