RSS
Syndicate content

LOMBA CIPTA MENU BERAGAM, BERGIZI, SEIMBANG DAN AMAN (B2SA) TANJUNGPINANG, 12 JULI 2012

Sumber Gambar: andi

Lomba cipta menu ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memasyaraktkan menu beragam, bergizi, seimbang dan aman sehingga tercipta suatu masyarakat menegerti dan mengonsumsi pangan sesuai dengan norma gizi agar dapat memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan keseimbangan gizi sesuai Pola Pangan Harapan (PPH) terpenuhi serta sesuai dengan daya beli. Acara ini juga dimeriahkan dengan adanya bazar hasil dari beberapa Kabupaten/Kota Provinsi Kepulauan Riau, baik berupa hasil olahan makanan hingga hasil kebun.

Lomba cipta menu ini dibuka oleh Sekertaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau yang mewakili Gubernur Kepulauan Riau karena berhalangan hadir dan diikuti oleh seluruh Kabupaten/Kota Provinsi Kepulauan Riau dan dengan mengundang Tim Juri yang terdiri dari BKP Pusat, Ketua Departemen Gizi Masyarakat IPB, Tim Penggera PKK Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Kesehatan dan Chef dari Nirwana Gardens, sehingga diharapkan dapat memberikan penilaian secara Objektif, Seksama, Jujur, Adil dan Akurat. Diharapkan juga dapat memberikan masukan untuk peserta pemenang yang akan mengikuti Lomba Cipta Menu Tingkat Nasional. Dengan adanya Lomba Cipta Menu ini diharapkan peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk menunjukan kemampuan dan keandalan berkreasi dengan menu yang yang tidak saja enak rasanya namun memenuhi prinsip Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman dengan berbasis bahan pangan lokal.

Penganekaragaman konsumsi pangan perlu disosiaslisasikan dan diberdayakan sampau dengan tingkat individu masyarakat, yang disesuaikan dengan potensi sumberdaya alam daerah dan ketrampilan masyarakat dalam mengolah bahan pangan yang ada di sekitarnya, melalui pengembangan pangan lokal atau makanan tradisional yang memiliki ciri khas daerah. Sebagai contoh, masyarakat Kepulauan Riau memiliki ketrampilan dalam mengolah sagu menjadi beberapa jenis makanan tradisional seperti lakse, kerenas, kendol, dsb, yang biasanya disajikan dalam acara tradisional tertentu. Tanaman sagu sangat berpotensi dikembangkan di Kepulauan Riau, dimana saat ini terdapat lokasi perkebunan sagu di Kabupaten Natuna, Lingga dan Karimun. Selain itu juga, masih ada beberapa potensi pangan lokal di Kabupaten lainnya. Dengan kata lain, pengembangan pangan lokal mendorong peningkatan produksi sumberdaya alam lokal, potensi SDM lokal, sekaligus peningkatan ketahanan pangan masyarakat di daerah.

Dengan mengangkat pangan lokal/tradisional masyarakat diharapkan timbul kesadaran dan juga rasa memiliki terhadap pangan lokal tersebut, dimana pangan tersebut lebih mudah diakses oleh masyarakat, mudah diolah, sesuai dengan selera masyarakat dan relatif lebih terjamin keamanannya. Selain itu, masyarakat secara perlahan-lahan akan mulai terbiasa dalam mengkonsumsi bahan pangan yang beragam, dan selanjutnya akan dapat mengurangi tingkat ketergantungan akan beras secara nasional sesuai dengan program pemerintah One Day No Rice.(Eni,BKP)

DI NATUNA ADA BUAH BELIMBING BESI
PULAU LINGGA DIKURUNG SAGU
PESERTA LOMBA CIPTA MENU TANDING BERSAJI
SEHAT DAN SEJAHTERA MENAUNGI TANAH MELAYU

PISANG BARANGAN DI DALAM PETI
DIBAWA NELAYAN BERLAYAR DI KAPAL
DENGAN BERKEMBANGNYA PANGAN LOKAL NANTI
DAPAT MENURUNKAN IMPOR BERAS NASIONAL