RSS
Syndicate content

Bupati Karawang Resmikan Gedung P4S Bale Pare dan Peluncuran Padi Unggul Baru

Sumber Gambar: Poto : KOLEKSIKU ttgG.

Bupati Karawang meresmikan Gedung Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Bale Pare di Desa Pasirkaliki Kecamatan Rawamerta Kabupaten Karawang pada acara Hajat Tani Karawang 2012 yang diselenggarakan P4S Bale Pare hari Sabtu 10 Maret 2012 dengan tema Bangkitnya SDM Pertanian Melalui Kearifan Lokal.
Acara tersebut dihadiri pula oleh sejumlah undangan baik dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, maupun tingkat pusat. Terlihat hadir, antara lain : Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Peternakan, Kepala Badan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K), para Kepala BP3K bersama Penyuluh Pertanian dan para ketua gapoktan/KTNA se-Kabupaten Karawang, BPTP, BBPTP, BPPSDMP, P2HP. Sedangkan undangan lainnya yang turut hadir adalah mantan staf ahli menteri pertanian Dr. Ir. Sumitro, Msc. dan tokoh budayawan karawang dalang wayang golek H. Cecep Supriadi. Acara didukung oleh Kelompok Dago Kreatif Bandung, Bengkel Hijau Jakarta, Karawang Info, Inveksis Kondang Asri, Solusiwebpro, Bank BJB, Komunitas Ontel Karawang, dan Blog Group Karawang.
Pada sambutannya, H. Rohmat Sarman selaku Ketua P4S Bale Pare menyatakan bahwa pada acara hajat tani karawang 2012 yang sedang dilaksanakan bertujuan untuk meresmikan gedung tempat pelatihan dan Sekretariat P4S Bale Pare yang baru selesai dibangun dengan sumber biaya swadaya murni. Selain itu, juga akan menamai salah satu jenis varietas padi dari 24 jenis padi hasil seleksian bale pare sendiri.
Ditambahkan pula olehnya, bahwa P4S Bale Pare telah memproduksi beras organik murni yang telah lulus uji, baik hasil pengujian tanah maupun hasil pengujian beras. Menurutnya, luas areal yang telah benar-benar bisa menghasilkan beras organik murni baru mencapai 20 Ha dengan produktivitas saat ini mencapai 8,8 ton/Ha GKP full organik. Untuk jangka panjang, H. Rohmat akan mengajak petani di sekitarnya untuk turut serta bersama-sama memproduksi beras organik agar pendapatan mereka lebih meningkat dibanding memproduksi beras non-organik. Di samping itu, Rohmat Sarman menyebutkan bahwa pada tanggal 20 Agustus 2011 telah dianugrahi Penghargaan Inovasi Pertanian dari Provinsi Jabar melalui kegiatan Bio Filter menggunakan tanaman Eceng Gondok.
Sementara itu Bupati Karawang H. Ade Swara menyatakan salut dan merasa bangga mempunyai salah seorang petani seperti H. Rohmat Sarman yang benar-benar ingin memajukan pembangunan pertanian melalui P4S dan beras organiknya. Beliau mengharapkan untuk Kabupaten Karawang di masa datang akan menjadi Lumbung Pangan Sehat Nasional. Hal ini terbukti walau belum full organik telah dirintis sejak lima tahun terakhir melalui program SRI yang sampai tahun 2011 baru mencapai 5.000 Ha sedangkan target tahun 2012 seluas 9.000 Ha.
Puncak acara, Ki Dalang H. Cecep Supriadi menamai salah satu jenis padi baru dari 24 jenis hasil seleksi bale pare dengan nama "Jayasena". Nama ini diambil dari nama satu tokoh pewayangan dengan ciri postur tubuh tinggi besar, mempunyai karakter pendiam, jujur, dan berani. Nama lain dari Jayasena yang sering didengar adalah Bima dan Werkodara. Diharapkan padi Jayasena ini akan bisa dirilis oleh pemerintah melalui pengujian di Balai Besar Padi Sukamandi Subang.

Oleh : Tatang Gunawan, S.P.
Penyuluh Kabupaten Karawang