RSS
Syndicate content

BUPATI BEKASI MENDUKUNG GERAKAN PERCEPATAN PENINGKATAN PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS PADI

Upaya pemenuhan kebutuhan pangan sebagai salah satu peran strategis pertanian merupakan tugas yang tidak ringan, mengingat jumlah penduduk setiap tahun bertambah dengan cepat.Kabupaten Bekasi merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Barat dengan jumlah penduduk yang cukup besar. Berdasarkan data statistik tahun 2010, jumlah penduduk Kabupaten Bekasi 2,3 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,25% per tahun, dengan tingkat konsumsi beras 136 kg/kapita/tahun, sehingga untuk mencukupi kebutuhan beras harus tersedia 316,71 ton untuk tahun 2011. Kabupaten Bekasi optimis dapat memenuhi kebutuhan konsumsi beras bagi penduduknya, hal ini didukung oleh 1882 kelompok tani yang siap melaksanakan teknologi peningkatan produksi dan produktifitas padi serta didukung oleh areal sawah yang masih cukup luas yaitu 54.425 Ha, terdiri dari sawah pengairan teknis 35.727 Ha, sawah pengairan ½ teknis 11.429 Ha, dan sawah tadah hujan 7.269 Ha. Bahkan sampai saat ini Kabupaten Bekasi merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap produksi dan produktifitas padi di Jawa Barat. Pada tahun 2010 tercatat kontribusi padi Kabupaten Bekasi ke Jawa Barat sebesar 5%.Berkaitan dengan peningkatan produksi dan produktifitas tersebut, Kementerian Pertanian pada tahun 2011 telah menetapkan target nasional produksi padi sebesar 70,60 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 7% dibandingkan dengan tahun 2010. Dalam upaya mensukseskan program Kementerian Pertanian, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4KKP) Kabupaten Bekasi pada tanggal 29 Maret 2011, bertempat di Balai Pelatihan Kesehatan Lemah Abang, melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Percepatan Peningkatan Produksi dan Produktifitas Padi di Kabupaten Bekasi.

Rapat Koordinasi tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari :
1. Pertemuan sinkronisasi dan koordinasi program dan kegiatan dalam rangka percepatan pencapaian target produksi padi, yang dilaksanakan di Yogyakarta pada tanggal 16 – 17 Februari 2011.
2. Rapat koordinasi percepatan peningkatan produksi dan produktifitas padi yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat pada tanggal 15 Maret 2011.
3. Rapat koordinasi percepatan peningkatan produksi dan produktifitas padi yang dilaksanakan di Korwil I Purwakarta pada tanggal 22 Maret 2011.

Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi Ir. Daryanto, M.Si menyampaikan bahwa Output yang diharapkan dari rapat koordinasi tersebut adalah :
1. Persamaan persepsi antara Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan dengan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4KKP) tentang percepatan peningkatan produksi dan produktifitas padi.
2. Adanya rumusan mekanisme kerja pelaksanaan percepatan peningkatan produksi dan produktifitas padi.
3. Persamaan pemahaman tentang target dan rencana aksi percepatan peningkatan produksi dan produktifitas padi.

Rapat koordinasi yang dilaksanakan oleh BP4KKP dihadiri oleh 186 orang peserta, terdiri dari Bupati Bekasi, Kepala BP4KKP beserta jajarannya, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan beserta jajarannya, Unit Pelaksana Teknis Badan Wilayah I – V, Unit Pelakasana Teknis Dinas Wilayah I – V dan Penyuluh Pertanian Se Kabupaten Bekasi.Materi yang disampaikan pada kegiatan tersebut adalah percepatan peningkatan produksi dan produktifitas padi sebagai tindak lanjut rapat Korwil I Purwakarta, teknologi dalam rangka peningkatan produksi padi dan kegiatan penyuluhan dalam rangka percepatan peningkatan produksi dan produktifitas padi.

Rapat koordinasi dibuka secara resmi oleh Bupati Bekasi DR. H. Sa’duddin, MM. Dalam kesempatan tersebut Bupati Bekasi menyampaikan arahannya bahwa kaitan dengan masih luasnya areal pertanaman padi di Kabupaten Bekasi, serta masih besarnya peran Kabupaten Bekasi terhadap kontribusi beras di Provinsi Jawa Barat, maka sektor pertanian di Kabupaten Bekasi sampai saat ini masih tetap merupakan prioritas pembangunan, sesuai dengan visinya yaitu “Masyarakat Agamis yang Unggul dalam Bidang Industri, Perdagangan, Pertanian dan Pariwisata”. Bupati Bekasi memberikan arahan dalam sambutannya bahwa sesuai dengan program Kementerian Pertanian yang mentargetkan peningkatan produksi sebesar 7%, maka Kabupaten Bekasi pada tahun 2011 harus mampu menghasilkan produksi padi sebesar 708.442 ton GKG dengan produktifitas 65 kuintal/Ha. Pencapaian target produksi tersebut menurut Bupati akan sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim, inovasi teknologi, kualitas Sumber Daya Alam khususnya ketersediaan air dan kualitas Sumber Daya Manusia.

Untuk mencapai target peningkatan produksi dan produktifitas padi di Kabupaten Bekasi, Bupati Bekasi pada arahannya menyampaikan hal-hal sebagai berikut :
1. Lakukan sinkronisasi dan koordinasi program serta kegiatan antar dinas dan penyuluh untuk merumuskan langkah-langkah operasional agar target peningkatan produksi dan produktifitas padi dapat dicapai dalam satu sinergitas mekanisme kerja disetiap tingkatan wilayah sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
2. Laksanakan koordinasi dengan lembaga lain yang menunjang dalam peningkatan produksi, dalam hal ini kaitannya dengan penyediaan sarana prasarana pertanian (pupuk, benih, pestisida dan alat mesin pertanian).
3. Dalam setiap pelaksanaan penanaman padi, gunakan teknologi tepat guna yang dapat diterapkan di lapangan sesuai rekomendasi balai-balai penelitian.
4. Untuk menjamin ketersediaan air, laksanakan sinkronisasi dan koordinasi dengan Perum Jasa Tirta II.

Selanjutnya, sebelum mengakhiri arahannya, pada kesempatan tersebut Bupati Bekasi menyampaikan pesan kepada seluruh aparat pertanian di lapangan, khususnya para penyuluh pertanian sebagai berikut :
1. Bimbing para petani agar dapat melaksanakan pola tanam yang teratur.
2. Laksanakan penyuluhan kepada kelompok tani untuk mengawali musim tanam sehingga petani dapat memanfaatkan golongan air tepat waktu dan tepat tanam.
3. Laksanakan teknologi yang telah direkomendasikan sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing, baik cara tanam, penggunaan pupuk serta penggunaan varietas unggul.
4. Bimbing para petani untuk mengantisipasi sedini mungkin serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) melalui sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
5. Dalam upaya mengurangi kehilangan hasil, laksanakan bimbingan penanganan panen dan pasca panen sehingga kehilangan hasil dapat ditekan.
6. Laksanakan sinkronisasi dan koordinasi antar petugas lingkup pertanian di lapangan sehingga terjadi sinergitas kegiatan.
7. Segera lakukan koordinasi apabila terjadi kendala atau masalah di lapangan.
Pada akhir arahannya, Bupati Bekasi menyampaikan bahwa dengan rapat koordinasi diharapkan dapat menumbuhkan persepsi yang sama dalam pelaksanaan percepatan peningkatan produksi dan produktifitas padi di Kabupaten Bekasi sehingga swasembada beras dapat tercapai.

Rencana tindak lanjut dari rapat koordinasi percepatan peningkatan produksi dan produktifitas padi adalah :
1. Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4KKP)
a. Memobilisasi tenaga penyuluh untuk mengenal penerapan teknologi oleh petani di lokasi SLPTT.
b. Memobilisasi penyuluh bersama POPT untuk penanggulangan dan pemberantasan hama penyakit.
c. Memobilisasi penyuluh bekerjasama dengan peneliti untuk melaksanakan rembug desa dengan kelompok tani dalam rangka mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi petani/kelompok tani.
d. Memobilisasi penyuluh dalam penyusunan RDKK yang disesuaikan dengan program percepatan peningkatan produksi.
e. Memonitor kegiatan penyuluhan di lokasi SLPTT dan sentra produksi.
f. Menetapkan metoda penyuluhan yang disesuaikan dengan program percepatan peningkatan produksi.
g. Memobilisasi penyuluh dalam rangka gerakan penyuluhan percepatan tanam dan penggunaan golongan air tepat waktu.
h. Memobilisai penyuluh untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan sesuai jadwal palang kegiatan (Time Schedule) kegiatan percepatan peningkatan produksi yang disusun Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan.

2. Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan
a. Mengidentifikasi dan menetapkan ketersediaan lahan sawah menurut tipe irigasi.
b. Mengidentifikasi kebutuhan benih varietas unggul dan pupuk (tunggal dan mejemuk).
c. Mengawasi peredaran benih, pupuk dan pestisida.
d. Menetapkan dan menggerakan POPT.
e. Merekomendasikan teknis pasca panen padi yang baik untuk menurunkan susut hasil gabah.
f. Menyusun kebutuhan cadangan pestisida dalam rangka mengendalikan hama dan penyakit.
g. Menyusun jadwal palang kegiatan percepatan peningkatan produksi periode April – September.

“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan serta kelancaran kepada seluruh aparat pertanian Kabupaten Bekasi untuk mewujudkan tugas mulia memenuhi kebutuhan konsumsi pangan bagi masyarakat. Amin”

(Ir. YETA HENDRIWIDETA, Kepala Bidang Kelembagaan dan Penyelenggaraan Penyuluhan pada BP4KKP Kabupaten Bekasi)