RSS
Syndicate content

BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA (BPMPD) KABUPATEN BULELENG MELKUKAN EVALUASI DAN MONITORING LUMBUNG PANGAN

Sumber Gambar: dok pribadi

Salah satu tugas penting dari Institusi  BPMPD Kabupaten Buleleng dalah melakukan
pembinaan terhadap Gapoktan yang menerima bantuan melalui kegiatan Lumbung
Pangan, dengan harapan tidak terjadinya kerawanan  pangan di masyarakat, hal ini disampaikan
oleh Kepala Bidang  Ketahanan Pangan
BPMPD  ketika kunjungan ke Gapoktan Pala
Sari Mukti Desa Kaliasem.

Tahun 2012, Gapoktan Pala Sari Mukti mendapat bantuan berupa
bangunan mesin Penyosohan beras, bersama lantai jemur, serta mendapat bantuan
dana penguatan modal untuk pengadaan bahan pangan, Dana tersebut telah
diberdayakan melalui pembelian gabah ditingkat kelompok tani yang ada disekitar
wilayah Lumbung Pangan.  Gabah/beras
disimpan digudang yang telah dipersiapkan dan dapat dijual kepada masyarakat
dengan harga yang wajar, sehingga tidak ada gabah yang rusak karena disimpan
lama, demikian disampaikan oleh Kepala Seksi Ketahanan Pangan  Ibu Desak  Dadi pada saat bimbingan pada kelompok tani
penerima program. Selanjutnya disampaikan agar Lumbung pangan senantiasa ada
ketersediaan pangan, tidak dalam katagori beras/gabah saja. Lumbung pangan juga
dimanfaatkan untuk menyimpan bahan pangan lain, seperti umbi-umbian yang dapat
dipakai sebagai cadangan pangan ketika terjadi kerawanan pangan.

Gapoktan Pala Sari Mukti telah melakukan operasional
kegiatan lumbung pangan, dan dilaporkan setiap bulan kekantor BPMPD Kabupaten
Buleleng, namun kendala yang dihadapi adalah, kecilnya ukuran lantai jemur yang
ada, dengan kapasitas 5 kw, dengan demikian apabila dapat membeli gabah dalam
jumlah banyak,  susuahnya untuk melakukan
penjemuran, demikian diungkapkan oleh pengelola kegiatan lumbung pangan Ketut
Wijana, ketika melaporkan keberadaan Kelompok pengelola lumbung pangan.

Penyuluh Pertanian yang ikut mendampingi kegiatan monitoring
juga berharap, agar selalu diberikan pemahaman bahwa pentingnya ketersedian
pangan , mengingat adanya iklim yang tidak menentu, serta berkurangnya areal
penanaman bahan pangan akibat digusur oleh perumahan serta komoditas lain
diluar tanaman pangan. ( I Nyoman Sudrana SP)