RSS
Syndicate content

BADAN PELAKSANA PENYULUHAN PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN BOGOR

Sumber Gambar: Saeful Hodijah,S.ST
Badan Pelaksana Penyuluhan  Pertanian, Perikanan dan  Kehutanan (BP4K) Kabupaten  Bogor sebentar lagi  akan berulang tahun yang ke tiga. Terlihat di gambar Kepala BP4K  Ibu Hj. Siti Farikah,MM  sedang sibuk di ruang kerjanya.
Dasar Hukum berdirinya BP4K  berdasarkan : PERDA No.15 Tahun 2008 tentang Pembentukan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Bogor.
TUGAS POKOK
Membantu Bupati dalam melaksanakan urusan Pemerintah Daerah dibidang Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.
FUNGSI
a. Penyusunan kebijakan dan program penyuluhan daerah yang sejalan dengan kebijakan dan program penyuluhan Provinsi dan Nasional;
b. Penyusunan kebijakan, program dan kegiatan penyuluhan yang mendukung kebijakan, program dan kegiatan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan daerah.
c. Pelaksanaan penyuluhan dan pengembangan mekanisme, tata kerja dan metode penyuluhan;
d. Pengumpulan, pengolahan, pengemasan dan penyebaran materi penyuluhan bagi pelaku utama dan pelaku usaha;
e. Pembinaan pengembangan kerjasama, kemitraan, pengelolaan kelembagaan, ketenagaan, sarana dan prasarana, serta pembiayaan penyuluhan;
f. Penumbuhkembangan dan fasilitasi kelembagaan dan forum kegiatan bagi pelaku utama dan pelaku usaha;dan
g. Peningkatan kapasitas penyuluh Pegawai Negeri Sipil, Swadaya dan swasta melalui proses pembelajaran secara berkelanjutan.
VISI : Terwujudnya Pelaku Utama dan Pelaku Usaha yang Tangguh, Mandiri        dan Berdaya Saing
MISI :
1. Meningkatkan Kapabilitas Sumberdaya Manusia dan Kelembagaan  Penyuluhan;
2. Meningkatkan Jejaring Kerja Dalam Alih Inovasi Teknologi.
 
TUJUAN : Tercapainya peningkatan kuantitas dan kualitas sumberdaya manusia dan kelembagaan penyuluhan guna mendukung optimalisasi penyelenggaraan dan hasil penyuluhan. Tercapainya peningkatan kuantitas dan kualitas pendampingan dan kerjasama stakeholders penyuluhan melalui penerapan teknologi tepat guna serta terbentuknya jaringan kewirausahaan pelaku agribisnis.
Sembilan Indikator Keberhasilan Penyuluh Pertanian :
1. Tersusunnya Programa Penyuluhan Pertanian; 2. Tersusunnya Rencana Kerja Tahunan (RKT); 3. Tersusunnya Data Peta Wilayah untuk Pengembangan Teknologi Spesifik Lokasi; 4. Terdesiminasinya Informasi Teknologi Pertanian secara merata; 5. Tumbuh Kembangnya Keberdayaan dan Kemandirian Pelaku Utama dan Pelaku Usaha; 6. Terwujudnya Kemitraan Usaha Pelaku Utama dan Pelaku Usaha yang Menguntungkan; 7. Terwujudnya Akses Pelaku Utama dan Pelaku Usaha ke Lembaga Keuangan, Informasi, Sarana Produksi; 8. Meningkatnya Produktivitas Agribisnis Komoditas Unggulan di wilayahnya; 9. Meningkatnya Pendapatan dan Kesejahtraan Pelaku Utama.
POTENSI KELEMBAGAAN PENYULUHAN (12 BP3K)
1. BP3K Wilayah Cariu :Kepala BP3K : Mustofa Y.S. 
2. BP3K Wilayah Jonggol ( Kepala BP3K : Aas Permana) 
3. BP3K Wilayah Gn. Putri( Kepala BP3K : Sunarto, S.P. )
4. BP3k Wilayah Cibinong (Kepala BP3K : Ir. Yusuf Bachtiar)
5. BP3K Wilayah Ciawi (Kepala BP3K : Edi Juhara)
6. BP3K Wilayah Caringin (Kepala BP3K : Sofjan Iskandar, S.P.)
7. BP3K Wilayah Dramaga (Kepala BP3K : Kobarsih D, S.P)
8. BP3K Wilayah Ciseeng (Kepala BP3K : Jajang S.)
9. BP3K Wilayah Cibungbulang (Kepala BP3K : Atta Hardja, S.P.)
10. BP3K Wilayah Leuwi Liang (Kepala BP3K : H. Nana Sukarna, S.P.)
11. BP3K Wilayah Cigudeg (Kepala BP3K : Dayat Sutisna, S.P.)
12. BP3K Wilayah Parung Panjang (Kepala BP3K : Entis Sutisna)
Ditulis Oleh : Saeful Hodijah, S.ST Penyuluh Pertanian Madya  BP4K Kabupaten Bogor
Sumber : Buku saku BP4K Kab. Bogor