RSS
Syndicate content

Varietas

Teknologi Perbaikan Mutu Benih Padi Lokal Korea dan Cekow

Dalam rangka perbaikan mutu terhadap benih padi lokal di Riau, dilakukan seleksi massa negatif terhadap populasi padi lokal Pelalawan, yaitu Korea dan Cekow. Hasil seleksi tersebut selanjutnya disilangkan dengan Ciherang dan Padi Lampung dan diperlakukan radiasi sinar gamma 30 krad. Hasil persilangan dan penyinaran kemudian diseleksi galur umur 110-120 hari, yang lebih genjah 40-50 hari dari populasi dasar.

Teknologi Perbaikan Mutu Benih Padi Lokal Korea dan Cekow

Dalam rangka perbaikan mutu terhadap benih padi lokal di Riau, dilakukan seleksi massa negatif terhadap populasi padi lokal Pelalawan, yaitu Korea dan Cekow. Hasil seleksi tersebut selanjutnya disilangkan dengan Ciherang dan Padi Lampung dan diperlakukan radiasi sinar gamma 30 krad. Hasil persilangan dan penyinaran kemudian diseleksi galur umur 110-120 hari, yang lebih genjah 40-50 hari dari populasi dasar.

Teknologi Perbaikan Mutu Benih Padi Lokal Korea dan Cekow

Dalam rangka perbaikan mutu terhadap benih padi lokal di Riau, dilakukan seleksi massa negatif terhadap populasi padi lokal Pelalawan, yaitu Korea dan Cekow. Hasil seleksi tersebut selanjutnya disilangkan dengan Ciherang dan Padi Lampung dan diperlakukan radiasi sinar gamma 30 krad. Hasil persilangan dan penyinaran kemudian diseleksi galur umur 110-120 hari, yang lebih genjah 40-50 hari dari populasi dasar.

Teknologi Perbaikan Mutu Benih Padi Lokal Korea dan Cekow

Dalam rangka perbaikan mutu terhadap benih padi lokal di Riau, dilakukan seleksi massa negatif terhadap populasi padi lokal Pelalawan, yaitu Korea dan Cekow. Hasil seleksi tersebut selanjutnya disilangkan dengan Ciherang dan Padi Lampung dan diperlakukan radiasi sinar gamma 30 krad. Hasil persilangan dan penyinaran kemudian diseleksi galur umur 110-120 hari, yang lebih genjah 40-50 hari dari populasi dasar.

Varietas-varietas Padi Produksi Tinggi dan Kaya Gizi

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
Peluang untuk meningkatkan produksi padi nasional hanya dapat ditempuh dengan menggunakan Padi Tipe Baru (PTB) dan padi hibrida sebab jika menggunakan varietas unggul biasa tingkat produktivitasnya sudah "leveling off". Badan Litbang Pertanian juga merekayasa bibit padi yang kaya gizi. Apa saja?
 

INPARI 13

Sumber Gambar: www.google.co.id

Nomor seleksi : OM1490
Asal persilangan : OM606/IR18348-36-3-3
Golongan : Cere
Umur tanaman :103 hari
Bentuk tanaman : Tegak
Tinggi tanaman : 101 cm
Anakan produktif :17 malai
Warna kaki :Hijau
Warna batang :Hijau
Warna telinga daun :Putih
Warna lidah daun :Hijau
Warna Daun : Hijau
Muka daun : Kasar
Posisi daun :Tegak
Daun Bendera ; Agak terkulai
Bentuk gabah : Panjang dan ramping
Warna gabah : Kuning bersih
Kerontokan :Sedang
Tekstur nasi :Pulen
Kadar amilosa :22,40%g
Bobot 1000 butir :25,2g
Rata-rata hasil :6,59 t/ha
Potensi hasil :8,0 t/ha

Padi Sawah Inpari 7 Lanrang

Sumber Gambar: www.google.co.id

Varietas padi sawah dari hasil persilangan yang dilakukan para ahli peniliti di pusat penelitian tanaman padi yang telah banyak dilepas salah satunya adalah varietas padi sawah inpari 7 lanrang, berdasarkan data yang ada dilapangan bahwa saat ini varietas padi sawah inpari sejak dilepas bulan juli 2008 sampai 2010 telah dihasilkan dan dilepas varietas inpari 1 sampai varietas inpari 13.

VARIETAS DAN KEBUTUHAN BENIH PADI SAWAH TOT

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
Varietas padi yang dapat ditanam dengan cara ini sama saja dengan penanaman padi sawah biasa. Padi IR 70, IR 64, IR 36, Kapuas, Bengawan Solo, dan lain-lain yang sudah dicoba terbukti cukup sehat pertumbuhannya. Dengan demikian jenis padi yang lain pun dapat ditanam dengan sistem tanpa olah tanah.

Padi Irigasi Varietas Inpari 12 dengan Umur Sangat Genjah

Padi Irigasi Varietas Inpari 11 dengan Umur Sangat Genjah

Sejak tahun 2008, penamaan varietas unggul baru (VUB) tidak lagi mempergunakan nama sungai. Penamaan menggunakan nama inbrida padi mengikuti penamaan padi hibrida yang telah memakai Hipa (Hibrida padi). Penamaan VUB untuk ekosistem sawah irigasi memakai nama Inpari (Inbrida padi irigasi), ekosistem rawa memakai nama Inpara (Inbrida padi rawa), dan lahan kering memakai nama Inpago (Inbrida padi gogo). Inpari 11, 12, dan 13 merupakan varietas terbaru yang telah dilepas oleh BB Padi tahun 2009.