RSS
Syndicate content

Hortikultura

PEMELIHARAAN TANAMAN PEPAYA

Sumber Gambar: www.google.com
Sejak di persemaian hingga bibit ditanam di lahan kebun, pemeliharaan harus dilakukan secara teratur untuk memaksimalkan potensi keunggulan setiap jenis pepaya yang ditanam. Pekerjannya meliputi pengairan, pemupukan, seleksi tanaman, sanitasi kebun, penjarangan buah, pembungkusan buah, serta pengendalian hama dan penyakit.
A. Pengairan

PEMELIHARAAN DAN PENANAMAN BIBIT PEPAYA

Sumber Gambar: www.google.com
Tanaman pepaya tumbuh optimal pada daerah beriklim tropis dengan sinar matahari penuh tanpa naungan. Suhu optimal yang dibutuhkan untuk pertumbuhan pepaya berkisar 22o - 26o C. Selain iklim, faktor lain yang mempengaruhi tanaman papaya adalah ketinggian tempat, kondisi kesuburan fisik dan kimiawi tanah, ketersediaan air, organisma pengganggu tanaman, jarak tanam, pemupukan dan pengairan sesuai dengan keperluan.

PERSIAPAN BUDIDAYA PEPAYA UNGGUL

Sumber Gambar: www.google.com

GENOTIPE PEPAYA UNGGUL

Sumber Gambar: www.google.com
Di Indonesia tanaman pepaya (Carica papaya L.) banyak dijumpai, mulai dari Sabang hingga Merauke. Ada beragam bentuk dan jenis pepaya di tanah air kita. Beberapa diantaranya memiliki keunggulan tertentu sehingga digemari masyarakat produsen dan konsumen. Karena diminati masyarakat dan mempunyai nilai bisnis yang bagus maka keberadaannya dapat terus dilestarikan.

KRITERIA PEPAYA UNGGUL

Sumber Gambar: www.google.com
Tanaman pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu tanaman buah tropis asal Meksiko Selatan. Tanaman ini tumbuh di daerah-daerah basah, kering, daerah dataran rendah, serta pegunungan sampai ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut. Namun di dataran tinggi buah yang dihasilkan kurang optimal.

CARA MEMBUAT BIBIT JAMUR F1 DAN F2

Sumber Gambar: www.google.com
Salah satu fakor utama dalam usaha budidaya jamur adalah penyediaan bibit yang berkualitas. Ada 4 macam bibit jamur, yaitu bibit F1 (Farietal 1 atau generasi 1) hingga F4. Bibit jamur dapat diperoleh dengan cara membiakkan sendiri atau dengan membeli bibit murni untuk kemudian dikembangkan sendiri. Untuk membuat bibit jamur diperlukan pelatihan khusus pembuatan bibit jamur.
a. Membuat bibit F1

BUDIDAYA JAMUR CHAMPIGNON SKALA RUMAH TANGGA

Sumber Gambar: www.google.com
Jamur kancing atau yang dikenal juga dengan nama champignon termasuk jenis jamur saprofit, yaitu jamur yang tumbuh pada substrat organik yang telah mengalami proses pengomposan. Di negeri asalnya Prancis, jamur ini tumbuh ideal pada suhu 15 - 17o C. Berdasarkan ketinggian tempat, terdapat beberapa jenis jenis jamur champignon yang dapat dibudidayakan di Indonesia, yaitu Agaricus bisporus/Agaricus brunnercens untuk dataran tinggi, serta Agaricus campestris, Agaricus edulis, dan Agaricus bitorquis untuk dataran rendah.
1. Persiapan bibit

BUDIDAYA JAMUR MERANG SKALA RUMAH TANGGA

Sumber Gambar: www.google.com

BUDIDAYA JAMUR KUPING SKALA RUMAH TANGGA

Sumber Gambar: www.google.com
Jamur kuping dapat ditanam di daerah beriklim dingin sampai panas atau bahkan di daerah yang memiliki 4 musim. Jamur ini dapat hidup pada suhu antara 120 - 350 C, dan suhu idealnya 200 - 300 C. Kelembapan lingkungan tumbuh yang dibutuhkan jamur kuping sekitar 80 - 90%.

BUDIDAYA JAMUR TIRAM SKALA RUMAH TANGGA

Sumber Gambar: www.google.com
Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur yang cukup mudah dibudidayakan. Penyesuaian terhadap kondisi tidaklah terlalu sulit. Usaha jamur tiram mudah dijumpai di mana-mana dan telah banyak diusahakan dalam skala kecil/rumah tangga, baik hanya mengusahakan pembiakan bibitnya dan kemudian menjualnya atau mulai membibitkan hingga membudidayakannya. Beberapa jenis jamur tiram yang dapat dibudidayakan terlampir.
1. Persiapan bibit