Site Counter
  • Site Counter: 346,843
  • Unique Visitor: 74,992
  • Registered Users: 848
  • Unregistered Users: 0
  • Published Nodes: 4,196
  • Unpublished Nodes: 2
  • Your IP: 38.107.179.216
  • Since: 2012-03-13
RSS
Syndicate content

Budidaya

Persyaratan Lahan Kering untuk Penamanan Tebu

Lahan kering atau tegalan adalah lahan yang kebutuhan air tanamannya tergantung sepenuhnya pada air hujan. Biasanya ditemui masalah di lahan kering antara lain: miskin hara, air terbatas, rawan erosi, banyak gulma dan hama. Penanaman tebu pada lahan kering tidak dapat disembarang tempat, melainkan harus memperhatikan persyaratan lahan yang meliputi: tinggi tempat, kemiringan lahan, fisik tanah, drainase, kimia tanah, jenis tanah, dan dukungan tenaga kerja.


a. Tinggi tempat

Persyaratan Iklim untuk Tebu Lahan Kering

Penanaman tebu tidak lagi harus pada lahan sawah tetapi dapat juga ditanam pada lahan kering (tegalan). Hal itu disebabkan antara lain lahan berpengairan diutamakan untuk produksi pangan, lahan sawah berubah peruntukan menjadi bangunan, dan lahan sawah berpengairan lebih menguntungkan ditanami tanaman lain dari pada tanaman tebu.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENAKIT TANAMAN TEBU TEGALAN

Kegiatan pemeliharaan tanaman tebu merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi yang optimal. Dalam pelaksanaannya kegiatan pemeliharaan diajurkan secara runtut sesuai dengan SOP budidaya tanaman tebu, sehingga pada saat akhir kegiatan diharapkan akan mendapatkan produksi yang berkualitas tinggi.

 

PENGENDALIAN HAMA DAN PENAKIT TANAMAN TEBU TEGALAN

Kegiatan pemeliharaan tanaman tebu merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi yang optimal. Dalam pelaksanaannya kegiatan pemeliharaan diajurkan secara runtut sesuai dengan SOP budidaya tanaman tebu, sehingga pada saat akhir kegiatan diharapkan akan mendapatkan produksi yang berkualitas tinggi.

PEMBUMBUNAN TANAMAN TEBU TEGALAN

Kegiatan pemeliharaan tanaman tebu merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi yang optimal. Dalam pelaksanaannya kegiatan pemeliharaan diajurkan secara runtut sesuai dengan Standar Operasional Procedure (SOP) budidaya tanaman tebu, sehingga pada saat akhir kegiatan diharapkan akan mendapatkan produksi yang berkualitas tinggi.